Breaking News:

Pasar Inpres di Pasar Minggu Terbakar

Dua Pasar di Jakarta Terbakar, Pemprov DKI Diminta Buat Sistem Penanganan Dini Kebakaran

Pemprov DKI diminta membuat sistem penanganan dini untuk mengatasi kebakaran yang kerap terjadi di pasar tradisional.

Dok Sudin Gulkarmat Jaksel
Pasar Inpres di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dilanda kebakaran pada Senin (12/4/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI diminta membuat sistem penanganan dini untuk mengatasi kebakaran yang kerap terjadi di pasar tradisional.

Pasalnya, kejadian kebakaran terjadi di dua pasar berbeda dalam waktu yang sangat berdekatan.

Kejadian pertama terjadi di Pasar Kambing Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (8/4/2021) lalu.

Selang empat hari kemudian, kebakaran kembali terjadi di Pasar Impres Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (12/4/2021) kemarin.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) DKI Jakarta pun mendesak pemerintah segera memperbaiki sistem peringatan dini kebakaran di pasar-pasar tradisional.

"Kami juga mendorong agar PD Pasar Jaya mempersiapkan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau penanganan kebakaran secara dini," ucap Ketua DPW Ikappi DKI Jakarta Miftahudin, Selasa (13/4/2021).

Kebakaran besar di dua pasar tradisional itu pun disebut Miftah sebagai alarm peringatan bagi Pemprov DKI atau dalam hal ini PD Sarana Jaya untuk segera berbenah.

"Ini alarm bagi pasar-pasar yang ada di DKI Jakarta untuk lebih waspada. Khusus bagi pedagang, kami mengimbau untuk terus melakukan konsolidasi di masing-masing blok," ujarnya.

Baca juga: Pasca Kebakaran, Listrik di Pasar Inpres Pasar Minggu Masih Padam

Baca juga: Dua Spot Takjil di Matraman Ramai Didatangi Warga Jelang Buka Puasa

Tak hanya itu, ia pun meminta para pedagang pasar secara bergantian melakukan ronda untuk memastikan keamanan lapak mereka berjualan.

"Kami juga mendorong agar ada ronda-ronda atau kelompok pedagang untuk melakukan ronda keliling di setiap sore dan malam hari setelah pasar tutup," kata dia. 

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar kejadian kebakaran yang terjadi di dua pasar tradional itu tak terulang lagi.

Sebab, kejadian tersebut menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah dan tentu sangat menyengsarakan para pedagang.

Terlebih, kejadian kebakaran terjadi jelang bulan suci Ramadan.

"Kami tahu bahwa kebakaran di bulan Ramadan merupakan pukulan berat bagi pedagang pasar. Jika itu tidak diantisipasi dengan baik, maka akan menimbulkan kerugian cukup besar," tuturnya. 

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved