Rampok yang Todong Pemilik Warung di Kalisari Masih Remaja
Evi (38), pemilik warung kelontong di Jalan Haji Enjong, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur terluka akibat melawan rampok
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Evi (38), pemilik warung kelontong di Jalan Haji Enjong, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur terluka akibat melawan rampok pada Senin (12/4/2021) sekira pukul 20.30 WIB.
Dia mengalami luka di bagian jari tengah, jari manis tangan kiri, dan pundak belakang saat memberontak dari todongan golok dengan panjang sekitar satu meter yang diarahkan ke bagian leher.
Belum diketahui pasti identitas pelaku yang berhasil menggasak handphone itu, tapi berdasar keterangan Evi, Sukini (55), ibu Evi mengatakan pelaku yang beraksi seorang diri itu masih berusia remaja.
"Kata anak saya masih remaja pelakunya, kalau ibarat anak sekolah kelas II SMA lah. Waktu pelaku nodong leher anak saya dia mengancam biar enggak melawan atau teriak," kata Sukini di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (13/4/2021).
Meski tidak berada di lokasi kejadian saat tempat usahanya disatroni pelaku, Sukini menduga pelaku sebelumnya pernah datang ke warungnya dengan modus sebagai pembeli guna melihat keadaan.
Pasalnya aksi kejahatan di Jalan Haji Enjong yang pelakunya melibatkan remaja sudah beberapa kali terjadi dan meresahkan warga karena hingga kini belum ada berhasil tertangkap.
"Di sekitar sini memang belum ada warga yang pasang kamera CCTV. Tapi kejadian jambret handphone sampai rampok sebelumnya juga pelaku remaja. Beberapa ada yang sampai bawa senjata tajam seperti kasus anak saya," ujarnya.
Baca juga: Harga Daging di Pasar Serpong Naik Saat Masuki Ramadan, Omzet Pedagang Bisa Naik 2 Kali Lipat
Baca juga: Jadwal Azan Magrib untuk DKI Jakarta 1 Ramadan 1442 H/13 April 2021, Lengkap dengan Doa Buka Puasa
Baca juga: Oknum Pendeta Diduga Cabuli Banyak Siswi, Kutip Ayat untuk Bujuk Rayunya kini Diminta Suntik Kebiri
Sukini menuturkan untuk sekarang Evi belum melaporkan aksi pencurian disertai kekerasan yang menimpa ke Unit Reskrim Polsek Pasar Rebo atau Satreskrim Polrestro Jakarta Timur.
Pihaknya memilih mengikhlaskan handphone yang digasak pelaku di antaranya karena pertimbangan luka di bagian jari dan pundak belakang akibat terkena mata golok tidak terlalu parah.
"Sebenarnya resah juga karena sudah sering kejadian. Bedanya dulu kalau ada kasus maling pelakunya enggak bawa senjata tajam. Anak saya juga enggak tahu golok itu diumpetin dibalik baju pelaku atau gimana," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-perampokan_20180219_104353.jpg)