Cara Mudah Hidrasi Kulit di Rumah Selama Puasa

Cara yang paling mudah dan sederhana untuk menghidrasi kulit di rumah adalah dengan menggunakan air.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
Google
Ilustrasi kulit kering 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA -

Pola hidup sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit Anda.

Bila kulit terasa kering, jangan-jangan kulit Anda mengalami dehidrasi saat kekurangan cairan.

Berikut ini adalah metode mudah dan murah meriah yang bisa dilakukan untuk menjaga hidrasi kulit saat di rumah.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Arini Astasari Widodo mengatakan, cara yang paling mudah dan sederhana untuk menghidrasi kulit di rumah adalah dengan menggunakan air.

Basahkan kain dengan air, lalu diperas. Kemudian, tepuk-tepuk kain yang sudah basah tersebut di kulit.

Namun perlu diingat, bahwa air dan minyak keduanya sama-sama dibutuhkan untuk menjaga kulit tetap lembab dan sehat.

Oleh karena itu, selain memberikan hidrasi berupa air ke kulit akan lebih optimal bila memberikan pelembab segera setelahnya untuk mengunci hidrasi yang telah diberikan oleh air.

"Apabila di rumah tidak ada pelembab, dapat memberikan minyak zaitun atau olive oil, atau minyak kelapa. Bukan minyak sawit atau palm oil yang digunakan untuk menggoreng. Lakukan segera setelah membasahi kulit dengan air," kata dr Arini.

"Untuk bahan alami, lebih baik dari makanan sehat yang mengandung antioksidan dikonsumsi secara rutin, untuk membantu kesehatan kulit dari dalam," kata dr Arini.

Pada dasarnya, saat berpuasa kulit cenderung lebih kering karena tubuh tidak mendapat cairan selama 13-14 jam.

Menurut dr Arini, tak hanya dengan bantuan air dan pelembab saja. Tetapi, untuk menjaga kesehatan kulit juga perlu upaya dari dalam.

Diantaranya dengan dukungan makanan sehat yang kaya antioksidan.

Dijelaskan olehnya, beberapa makanan tinggi antioksidan yang dimaksud diantaranya adalah Karotenoid (vitamin A, beta-karoten, astaxanthin) yakni seperti wortel, blewah, ubi jalar, papaya, jeruk, tomat, labu , manga.

Polyphenol yakni minuman dari buah atau sayuran seperti jus buah, teh hijau, kopi, anggur merah, sereal, coklat, kemudian Flavonoid seperti Pir, apel, ceri,
vitamin C dari buah citrus, jambu, cabai merah, daun parsley, juga vitamin D.

Sebagian kecil sumber vitamin D bisa dipenuhi dari makanan seperti ikan tuna, salmon, sarden, kuning telur, juga vitamin E atau tocopherol yakni minyak sayur (minyak bunga matahari, minyak safflower/bunga kesumba), jagung, dan kedelai.

Baca juga: Tips Kelola Keuangan Selama Puasa Ramadan, Yuk Hindari Kebiasaan Boros

Baca juga: Tahan Tangis Yuyun Sukawati Alami Cobaan Hidup Berat, Sempat Dipelototin Suami saat Kunjungi Polres

Baca juga: Warga Kampung Bayam Tergusur Pembangunan Stadion Persija, Pemprov Klaim 590 KK Dapat Ganti Rugi

Jangan lupa untuk cukupi kebutuhan air putih setelah buka puasa. Karena selama puasa biasanya intake air cenderung berkurang.

Konsumsi Teh dan kopi saat berbuka tidak disarankan. Sebab, menurut dr Arini teh dan kopi bersifat diuretik, yakni menarik air hingga lebih banyak keluar ke air seni.

"Sehingga, untuk hidrasi kulit lebih baik menggunakan air putih,"imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved