Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Rizieq Shihab Cecar Saksi di Persidangan, Pertanyakan Broadcast WA Ajakan Berkumpul di Megamendung

Rizieq Shihab mempertanyakan pesan broadcast Whatsapp ajakan berkumpul warga di sekitar Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tayangan proses sidang dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab yang disiarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. 

Menurutnya tidak ada panitia yang mengkoordinir kerumunan warga sejak wilayah Gadog hingga berjalan ke Pondok Pesantren Alam Agrokultural dengan jarak sekitar 12 kilometer tersebut.

"Tidak ada panitia karena memang mereka (simpatisan) datang dengan spontan," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah menuturkan bahwa kerumunan warga pada 13 November 2020 lalu muncul akibat kegiatan penyambutan dan peletakan batu pertama Markaz Syariat di Pondok Pesantren Alam Agrokultural.

Agus yang merupakan Pelapor dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab di Polda Jawa Barat mengatakan pihaknya sudah berupaya mencegah kerumunan warga sejak mendapat pesan broadcast Whatsapp.

"Sekitar tanggal 11 November 2020 malam. Pada saat itu saya dapat WA (Whatsapp) dari pak Sekda (Sekretaris Daerah) menyampaikan brosur tentang ajakan menyambut kedatangan Habib Rizieq. Tidak diterangkan dari mana Sekda dapat WA," kata Agus.

Pelapor Tak Ada di Lokasi

Kuasa hukum Muhammad Rizieq Shihab mempertanyakan laporan Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah dalam kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung.

Baca juga: Pencurian di Rumah Majikan, Sopir Duel dengan Perampok: Berkelahi dan Dapat 5 Luka Tembakan

Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar mengatakan Agus seharusnya tidak berhak menjadi Pelapor karena saat kejadian pada 13 November 2020 lalu tidak berada di lokasi kejadian.

Menurutnya dalam kasus pidana Pelapor hanya bisa membuat laporan meski tidak berada di lokasi dalam perkara terkait UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sementara Agus tak berada di lokasi.

"Pelapornya (Agus Ridhallah) enggak hadir di lokasi karena WFH (work from home), tapi dia melaporkan dan bisa tahu semuanya. Artinya kan memberi kesaksian enggak langsung, enggak lihat, enggak merasakan. Ini keganjilan," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved