26 Warga Cipayung Terjangkit DBD Selama Januari-15 April 2021
Sebanyak 26 warga Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur terjangkit penyakit demam berdarah dengeu (DBD)
Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Sebanyak 26 warga Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti .
Camat Cipayung Fajar Eko Satrio mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi kasus DBD warganya di delapan Kelurahan selama periode tanggal 1 Januari hingga 15 April 2021.
"Bulan Januari ada enam warga yang terkena DBD, bulan Februari lima orang, bulan Maret 11 orang, dan bulan April 4 orang," kata Fajar saat dikonfirmasi di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (20/4/2021).
Bila dirinci enam kasus DBD yang muncul pada bulan Januari 2021 berasal dari tiga Kelurahan, yakni satu di Kelurahan Cipayung, dua di Kelurahan Lubang Buaya, dan tiga di Kelurahan Bambu Apus.
Lima kasus pada bulan Februari 2021 berasal dari empat Kelurahan, yakni satu di Kelurahan Cipayung, satu di Kelurahan Lubang Buaya, satu di Kelurahan Ceger, lalu Kelurahan Bambu Apus dan Setu.
"11 kasus bulan Maret 2021 dari lima Kelurahan. Dua kasus di Kelurahan Cipayung, satu kasus di Kelurahan Pondok Ranggon, empat kasus di Kelurahan Lubang Buaya, dua kasus di Kelurahan Bambu Apus, dan dua kasus di Kelurahan Setu," ujarnya.
Sementara empat kasus DBD hingga 15 April 2021 berasal dari empat Kelurahan, yakni Kelurahan Cipayung, Kelurahan Lubang Buaya, Kelurahan Ceger, dan Kelurahan Munjul.
Baca juga: Pembagian BLT UMKM di Kota Bogor Dibubarkan Satpol PP
Baca juga: Efektifitas PPKM Mikro Dinilai Mampu Bangkitkan Kepercayaan Masyarakat
Baca juga: Dikabarkan Meninggal Dunia: Kondisi Terkini Hingga Reaksi Ustaz Zacky Mirza Dengar Berita Hoaks
Fajar menuturkan dari total 26 warganya yang terjangkit DBD hingga kini tidak ada satu pun meninggal, mereka berhasil sembuh setelah menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan.
"Untuk antisipasi penambahan kasus kita terus sosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat ke warga. Lalu melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan 3M (menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas)," tuturnya.