Ramadan Story
Kasatpol PP Jaktim Baru Mulai Berpuasa Ketika SMP, Tempe Mendoan Wajib Dihidangkan saat Buka Puasa
Kasatpol PP Jaktim Budhy Novian punya cerita saat menjalani Ramadan, terselip kisah yang menjadi penyesalan ketika mengingat Ramadan sewaktu kecil
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Ramadan memang menjadi momen yang sangat ditunggu oleh umat muslim.
Begitu juga yang dirasakan oleh Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian (47).
Bisa melewati ramadan bersama keluarga adalah hal yang selalu dinantikan bapak dua anak ini.
Kendati begitu, rupanya terselip kisah yang menjadi penyesalan ketika mengingat momen Ramadan sewaktu kecil.
Yap, kepada TribunJakarta.com, Budhy Novian menuturkan baru mulai berpuasa full ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Semakin mengerti pas SMP baru mulai belajar puasa. Kalau orang-orang tahunya puasa, karena makannya di dalam rumah," katanya di Cakung, Kamis (22/4/2021).
Sebagai anak tunggal, Budhy Novian mengaku tak terlalu dipaksakan berpuasa ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, Ahli Ungkap Penyebab Hilang di Perairan Utara Bali: Masalah Kendali
Baca juga: PREDIKSI Line-up Final Piala Menpora: Persija Turunkan Kekuatan Terbaik, Lini Tengah Persib Keropos
Baca juga: Beda Sule & Nathalie Holscher Bicara Kebahagiaan, Ayah Rizky Febian Teringat Pesan Almarhum Bapak
Hobinya bermain sepak bola meski di bulan puasa, membuat orang tuanya memahami kondisinya kala itu.
Alhasil, ketika SD, Budhy Novian kerap tak puasa dan bisa kuat seharian bermain sepak bola.
"Saya tinggal di Kampung Ciapus. Kalau mau ke Gunung Salak, itu lewat tempat saya di Kota Batu. Saya lahir di sana, sewaktu kecil di bulan Ramadan, karena saya anak tunggal dan fisik enggak terlalu kuat," jelasnya.
"Alasannya satu fisik karena sering main bola pas puasa. Saya biasa minum dulu di rumah dan main lagi. Dulu enggak dipaksakan," tambahnya.
Meski begitu, Budhy Novian diajarkan untuk menghargai setiap orang yang berpuasa.
Sehingga ketika rasa haus dan lapar menghampiri, ia akan pulang ke rumah untuk makan dan minum.
Kemudian kembali ke lapangan sepak bola dan melanjutkan permainan hingga petang.