Catat! Tips Jitu Dapat Pekerjaan di Masa Pandemi dan 3 Sektor yang Paling Banyak Buka Loker

Saat ini mencari pekerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi para pencari kerja. Belum lagi adanya persaingan ketat antar pencari kerja.

freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Lowongan Pekerjaan. 
TRIBUNJAKARTA.COM - Saat ini mencari pekerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi para pencari kerja. Belum lagi adanya persaingan ketat antar pencari kerja.

Mariana Sianturi Human Capital Recruitment Management, Kawan Lama Group berbagi tips jitu mencari kerja di masa pandemi covid-19.

"Tipsnya harus update informasi," terang Ana, sapaan akrabnya dalam acara virtual pada Kamis (22/4).

Selain itu, pencari kerja perlu memperluas koneksi atau jaringan. Berkenalan dengan banyak orang baru juga bisa membantu dalam pencarian informasi.


Bahkan, pencari kerja juga harus meningkatkan kemampuan sesuai dengan passion.

Selain itu, mengisi waktu luang juga bisa dengan mengambil pekerjaan sambilan sambil menambah kemampuan.

Baca juga: ASN Kota Tangerang Cuma Dapat 1 Hari Cuti Bersama Idul Fitri, Nekat Mudik Bakal Disanksi Berat

Baca juga: BALASAN Telak Sule Dituding Pakai Guna-guna: Buktikan Saja, Saya Punya Tuhan!


"Isi waktu luang dengan ambil pekerjaan sambilan, itu juga bisa menambah kemampuan," papar Ana.

Kamu juga perlu membuat tampilan CV semenarik mungkin. Bukan hanya sekedar tampilan, isi pengalaman di dalam CV juga harus relevan. Disarankan isinya tidak terlalu singkat atau terlalu panjang.

"Tuliskan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan. Jangan terlalu singkat atau terlalu panjang," terang Ana.

Kemudian, kirim CV atau berkas lamaran pekerjaan ke berbagai job portal.

Ana mengingatkan, pencari kerja harus sering mengecek email dan merespon dengan cepat bila ada informasi wawancara kerja.
"Rutin mengecek email dan membalas cepat respon dari pencari pekerja. Jangan sampai terlambat mengecek email," imbuh Ana.
FOLLOW JUGA:


3 Sektor Industri Paling Banyak Buka Loker
Tedapat 3 sektor usaha yang paling banyak membuka lowongan pekerjaan, diantaranya sektor otomotif yang melakukan rekrutmen karyawan hingga 128 persen, telekomunikasi naik 113 persen dan industri berat juga naik 98 persen.

"Sektor otomotif naik 128 persen, kedua telekomunikasi 113 persen dan heavy industry naik 93 persen," kata Country Manager Jobstreet Indonesia, Faridah Lim.

Ketiga sektor ini tengah gencar membuka lowongan pekerjaan. Perekrutan agresif ini tidak terlepas dari peran pemerintah yang memberikan berbagai stimulus ekonomi. Semisal pembebasan DP 0 persen bagi pembelian kendaraan bermotor yang dampaknya langsung membuat sektor otomotif bergerak kembali.

"Stimulus Pemerintah ini menggerakkan perekonomian segera bangkit," jelasnya.

Besaran pembukaan lapangan pekerjaan tersebut juga relevan dengan banyaknya karyawan yang sempat dirumahkan saat pandemi pertama kali ada.

Perekrutan besar-besaran ini paling banyak pada spesialisasi pekerjaan yang sempat terpuruk, seperti sales dan marketing. Spesialisasi counting dan finance, komputer dan IT, serta administrasi juga termasuk kategori yang dicari perusahaan saat ini.

"Sales dan marketing ini yang paling banyak dicari," akunya.
Adapun saat ini Jobstreet hadir dengan tampilan baru dan user experience yang telah ditingkatkan melalui algoritma yang diperbarui demi memudahkan penggunanya. 
"6 kali lebih efisien dalam mencocokkan karyawan dengan pekerjaan serta 3x lebih sukses dalam membantu karyawan menemukan karier yang tepat," jelas Faridah Lim. 
Faridah berharap bisa terus menyediakan lapangan pekerjaan bagi semakin banyak pencari kerja melalui pembaruan pada website dan aplikasi. 
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved