Breaking News:

Ramadan 2021

Pandemi Covid-19, Omzet Penjual Beduk di Matraman Anjlok 60 Persen

Pedagang beduk di Jalan Kayu Manis Barat, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur belum dapat mengecap manisnya omzet penjualan pada bulan Ramadan 1442 H

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Lapak beduk milik Irfan di Jalan Kayu Manis Barat, Kelurahan Kayu Manis yang penjualannya terdampak Covid-19 di Matraman, Jakarta Timur, Minggu (25/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Pedagang beduk di Jalan Kayu Manis Barat, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur belum dapat mengecap manisnya omzet penjualan pada bulan Ramadan 1442 Hijriah.

Beda dengan bulan Ramadan di tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19 melanda saat mereka sudah bisa merasakan peningkatan omzet meski baru pada pekan pertama bulan Ramadan.

Satu pedagang beduk di Jalan Kayu Manis Barat, Irfan mengatakan hingga pekan kedua bulan Ramadan 1442 Hijriah ini belum ada peningkatan omzet jual, justru penurunan dirasakannya.

"Menurun sekitar 60 persen. Kalau tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19 dulu awal puasa saja sudah ramai orang beli. Enggak tahu sisa dua minggu puasa penjualan bagaimana," kata Irfan di Matraman, Jakarta Timur, Minggu (25/4/2021).

Menurutnya omzet tetap menurun meski kenaikan harga jual tidak signifikan, harga beduk ukuran kecil untuk anak-anak yang sudah didesain dengan beragam gambar kartun menarik dijual Rp 135 ribu.

Lapak beduk milik Irfan di Jalan Kayu Manis Barat, Kelurahan Kayu Manis yang penjualannya terdampak Covid-19 di Matraman, Jakarta Timur, Minggu (25/4/2021).
Lapak beduk milik Irfan di Jalan Kayu Manis Barat, Kelurahan Kayu Manis yang penjualannya terdampak Covid-19 di Matraman, Jakarta Timur, Minggu (25/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Harga satu beduk ukuran besar dari kulit kambing lengkap dengan pemukulnya berkisar Rp 750 ribu, sementara harga beduk ukuran besar dari kulit sapi berikut pemukulnya dibanderol Rp 950 ribu.

"Dulu seminggu puasa ramai pembeli karena beduk biasa dipakai buat pawai sebelum Ramadan. Tapi karena sekarang pandemi kan enggak boleh ngumpul-ngumpul, sementara kalau nabuh beduk keliling kampung ramai-ramai," ujarnya.

Irfan menduga penurunan omzet karena pandemi Covid-19 yang masih melanda sehingga membuat berbagai kegiatan dibatasi, beda dengan bulan Ramadan di tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Jangan Sampai Lolos, Jakcloth Kembali Digelar Online Hadirkan Produk Lokal Cuma Rp 10 Ribuan

Baca juga: Kepala BIN Papua Gugur, Tewas Ditembak KKB Pada Bagian Kepala, Ini Kiprah Semasa Hidupnya

Baca juga: Curhat Sopir Bus AKAP saat Pandemi Covid-19: Bertengkar dengan Istri Karena Tak Bawa Uang

Pasalnya pada bulan Ramadan 1441 Hijriah di tahun 2020 lalu saat pandemi Covid-19 awal melanda dia dan sejumlah pedagang beduk lainnya juga merasakan penurunan omzet jual.

"Ya semoga saja pandemi Covid-19 ini cepat selesai dan penjualan beduk di sisa minggu bulan Ramadan ini laris. Banyak pembeli, seperti tahun-tahun sebelum ada pandemi Covid-19," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved