Ramadan Story
Kapolres Jakut Kombes Guruh Ungkap Momen Ramadan saat Dinas di Aceh: Tradisi Meugang Paling Berkesan
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan menceritakanmomen Ramadan paling berkesan
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan menceritakanmomen Ramadan paling berkesan sebagai anggota Polri.
Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1995 itu bercerita, pengalaman berdinas di Provinsi Aceh sejak 1999-2005 menyisakan banyak cerita.
Cerita itu masih membekas dalam benaknya. Salah satunya setiap momen Ramadan.
Lebih-lebih dari 'Bang Toyib', Guruh menghabiskan empat kali puasa dan empat kali lebaran di provinsi paling barat Indonesia itu.
Pengalaman itu dihabiskannya ketika masih berdinas di bawah Korps Brimob Polri.
Baca juga: Cerita Pengalaman Puasa Kapolrestro Jakarta Timur Waktu Kecil: Pernah Batalkan Puasa Diam-Diam
"Kami puasa empat kali di Aceh dan Idulfitri juga. Maksudnya empat kali penugasan dan kita merasakan empat kali puasa, empat kali lebaran. Yang jelas Bang Toyib kalah lah," kelakar Guruh di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (27/4/2021).
Selama menghabiskan waktu di Aceh, Guruh dan rekan-rekannya kerap kali bersentuhan langsung dengan masyarakat pedesaan.

Ada beberapa pengalaman menarik yang dijalaninya saat melaksanakan puasa di daerah penugasan.
Terutama ketika ikut terlibat dalam tradisi Ramadan setiap tempat.
Baca juga: Paket Sate Misterius di Jogja Makan Korban, Nyawa Bocah 10 Tahun Tak Tertolong Usai Rasakan Keanehan
Baca juga: MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika Terancam Tanpa Valentino Rossi, Diklaim akan Umumkan Pensiun
Baca juga: 1 RW di Kabupaten Tangerang Positif Covid-19 Habis Wisata ke Bogor, Satgas Langsung Lockdown
Dari sekian banyak pengalaman, tradisi meugang masyarakat pedesaan Aceh paling berkesan.
"Biasanya menjelang Ramadan ini kita diundang oleh tetangga-tetangga di pos kiri kanan itu kita diundang ada yang namanya meugang," tutur pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur itu.
Guruh menjabarkan, tradisi meugang merupakan acara doa bersama masyarakat desa menjelang bulan Ramadan.
Baca juga: Ingatkan Perusahaan Bayar THR Tepat Waktu, Pemprov DKI: Demi Meningkatkan Perekonomian
Dua atau tiga hari jelang puasa pertama setiap tahunnya, masyarakat di pedesaan Aceh akan berkumpul mengucapkan doa dan rasa syukur.
Tradisi meugang ini juga menyajikan pemotongan seekor kerbau yang dagingnya akan dibagikan untuk masyarakat desa.