Ramadan Story

Cerita Lurah Kayu Putih Mulai Berpuasa Sejak Kecil, Kerap Dihadiahi Buku untuk Semangat Berpuasa

Rasa haus dan lapar yang datang kadang kala membuat kita ingin membatalkannya, apalagi ketika berusia 6 tahun.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Lurah Kayu Putih, Artika Ristiana saat membagikan pengalaman ramadannya kepada TribunJakarta.com di Kantor Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (28/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Saat belia, menjalani puasa penuh selama 30 hari bukanlah perkara mudah.

Rasa haus dan lapar yang datang kadang kala membuat kita ingin membatalkannya, apalagi ketika berusia 6 tahun.

Namun tak sedikit juga anak-anak yang justru kuat menahan itu semua dan berhasil puasa penuh.

Satu diantaranya ialah Lurah Kayu Putih, Artika Ristiana.

Baca juga: Bagaimana Hukum Pacaran di Bulan Ramadan? Apakah Membatalkan Puasa?

Artika, sapannya mengatakan sudah berpuasa penuh sedari masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD).

Meski rasa lapar kerap menghampiri ketika siang hari, nyatanya ia mampu melewati itu semua dengan mulus.

Selain dukungan dari orang tua, Artika menuturkan ada hal lain yang menjadi penyemangatnya, yakni hadiah buku yang menanti.

Baca juga: Menu Wajib Buka Puasa Ala Gubernur Anies Baswedan: Kurma 3 Butir dan Air Kelapa

Yap, sejak kecil, ibu dua anak ini memang hobi membaca buku, terutama buku cerita nusantara.

"Kalau aku puasa full sudah dari SD. Tapi kalau sudah pukul 12.00 WIB suka lapar tapi orang tua selalu support. Katanya ayo kalau puasa full nanti dikasih hadiah. Nah karena aku suka buku makanya dibeliin buku," ujarnya kepada TribunJakarta.com, Rabu (28/4/2021).

Lurah Kayu Putih, Artika Ristiana saat membagikan pengalaman ramadannya kepada TribunJakarta.com di Kantor Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (28/4/2021)
Lurah Kayu Putih, Artika Ristiana saat membagikan pengalaman ramadannya kepada TribunJakarta.com di Kantor Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (28/4/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Kala itu, hobinya membaca buku dijadikan orang tuanya sebagai semangat berpuasa.

Usai berhasil melewati satu bulan penuh, Artika bebas memilih buku cerita yang dia mau.

Bahkan, orang tuanya kerap memberi kejutan dengan membelikan dia buku-buku baru.

Baca juga: 7 Tips Agar Buka Puasa All U Can Eat Gak Ngerasa Rugi, Ambil Dalam Porsi Kecil Setiap Makanan!

"Bukunya lebih ke buku cerita karena menyesuaikan dengan usiaku. Ketika SMP aku suka novel. Pas SD suka buku cerita nusantara. Aku dibelikan buku yang tebal," lanjutnya.

Guna menjaga puasanya tetap penuh dalam satu bulan, Artika pun membuka kembali buku koleksinya

Buku cerita yang pernah dibacanya kembali diulang dan dihayati kembali.

Ia menyebut cara tersebut sangat ampuh karena membuat waktu berjalan seolah cepat.

"Buku-buku itu juga menjadi pengalih bhat aku. Pas lagi lapar ya aku bawa buku aja dan ternyata waktu kayak berjalan cepat," katanya.

Selanjutnya, bila masih sore ia akan menghabiskan waktunya dengan bermain bersama tiga saudaranya.

Kemudian membantu ibunya untuk memasak jelang waktu berbuka.

Sebagai sulung dari empat bersaudara, ia ingin menjadi contoh yang baik untuk ketiga adiknya.

Membiasakan diri dengan hal yang baik membuatnya kian senang.

Baca juga: Klaster Perkantoran Meroket, Gubernur Anies: Mari Bukber di Rumah

"Kemudian menghabiskan waktu dengan membaca buku dan mengalihkan dengan main bersama adik dan membantu mama masak," ucapnya.

Menu favorit

Menjalani hidup di keluarga yang sederhana, membuat Artika tak membiasakan dirinya dengan hal yang berlebih, termasuk dalam hal makanan.

Perkara makanan untuk sahur dan berbuka, Artika memang memiliki menu favorit.

Namun tak disangka menu tersebut justru mudah didapatkan dan sangat terjangkau.

Telur. Yap, telur menjadi makanan favoritnya.

Dikocok dalam sebuah wadah, telur dadar menjadi makanan yang wajib tiap kali ia sahur.

"Aku suka telur dadar untuk sahur. Tapi kalai buka puasa, mungkin sama ya denhan yang lain, teh manis hangat, kurma, lalu es buah," katanya.

"Namun yang pasti harus ada sayur dan buah. Minum air putih jangan lupa, biar ga dehidrasi. Simpel dan enggak harus mahal, tapi harus bisa support tubuh kita untuk aktivitas seharian," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved