Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Selama Pandemi, 21 Pondok Pesantren di Depok Jadi Klaster Covid-19, 485 Santri Positif dan Diisolasi

Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Depok menjabarkan sejumlah data terkait kasus Covid-19 terutama terkait klaster yang ada.

Editor: Wahyu Aji
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Depok menjabarkan sejumlah data terkait kasus Covid-19 terutama terkait klaster yang ada.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, sejak awal virus yang mendunia ini masuk ke tanah air, hingga kini tercatat ada 21 Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Depok yang terpapar Covid-19.

Dari puluhan ponpes tersebut, Dadang mengatakan total kasus yang muncul sebanyak 485 orang yang terpapar Covid-19.

“Terbaru paparan klaster ponpes ada di empat lokasi, yaitu di ZZS total kasus 25, lalu pesantren MD total kasus 46, lalu pesantren BQ sejumlah 4 kasus, pesantren A sebanyak  1 kasus. Jadi meningkat saat ini,” kata Dadang saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: KH Cholil Nafis Beri Beasiswa di Pesantren Cendekia Amanah Bagi Putra Putri Patriot KRI Nanggala 402

Selain di dalam Depok, Dadang mengatakan ada pula kasus di luar Depok yang melibatkan warga Kota Belimbing ini dari klaster Ponpes.

“Pesantren luar Depok itu ada 25 pesantren, santrinya dari Depok tapi pesantrennya diluar,” imbuhnya.

Diduga penularan terjadi karena kurangnya penerapan protokol kesehatan. Kedua, banyak yang keluar-masuk. 

Dengan kata lain, anak-anak di asrama tetapi pengajar atau mungkin catering, pesan makan dari luar. 

“Itu yang tidak terkontrol. Apalagi, ada beberapa pesantren yang kurang kooperatif terhadap Satgas. Masih ditracing, sementara belum ada kesimpulan,” katanya.

Baca juga: Tasawuf Underground, Pesantren Anak Punk Menuju Kemapanan

Catatan pihaknya, kasus terakhir di salah satu pesantren tercatat 25 kasus, dimana 2 dirawat di rumah sakit dan sisanya isolasi mandiri di pesantren. 

Dadang pun memerkirakan jika isolasi mandiri di ponpes tersebut belum selesai, maka kemungkinan siswa tersebut tak dapat kembali ke rumah masing-masing saat lebaran.

“Mereka isoman sesuai pedoman permenkes, selama 14 hari. Dilihat perkembangan, mudah-mudahan tidak ada gejala,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul 21 Pondok Pesantren di Depok Jadi Klaster Covid-19 Selama Pandemi, 485 Santri Positif dan Diisolasi, https://wartakota.tribunnews.com/2021/04/28/21-pondok-pesantren-di-depok-jadi-klaster-covid-19-selama-pandemi-485-santri-positif-dan-diisolasi.
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Max Agung Pribadi

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved