Ramadan 2021

Daya Beli Kue Lebaran Menurun, Pedagang Kue di Bekasi Harus Gigit Jari: Omzet Menurun Drastis

Daya beli masyarakat terhadap kue lebaran menurun pada momentum Ramadan 1442 Hijriyah, hal ini dirasakan pelaku usaha kue kering di Bekasi Asep Dian.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Toko Kue Kiki menjual kue bungkisan lebaran di Jqkan Nusantara Raya, Perumnas 3, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (29/4/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Daya beli masyarakat terhadap kue lebaran menurun pada momentum Ramadan 1442 Hijriyah, hal ini dirasakan pelaku usaha kue kering di Bekasi Asep Dian (46).

Pemilik toko kue Kiki di Jalan Nusantara Raya, Blok A4, No.24, Perumnas 3, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur ini mengatakan, omzetnya jauh menurun dibandingkan tahun lalu.

"Tahun ini enggak sebaik tahun lalu walaupun awal-awal pandemi, sekarang kondisinya (pandemi) sudah lebih baik tapi daya beli masih kurang," kata Asep, Kamis (29/4/2021).

Asep mengatakan, momentum lebaran merupakan waktu yang dinanti-nanti pengusaha kue kering seperti dirinya.

Toko Kue Kiki menjual kue bungkisan lebaran di Jqkan Nusantara Raya, Perumnas 3, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (29/4/2021).
Toko Kue Kiki menjual kue bungkisan lebaran di Jqkan Nusantara Raya, Perumnas 3, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (29/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Sebab, saat momentum Ramadan hingga Lebaran peningkatan omzet bakal terjadi dengan tingginya daya beli masyarakat.

"Kalau lebaran kan satu tahun sekali, harusnya momen keuntungan lebih, tapi tahun ini belum ada," jelas dia.

Dia menjelaskan, jika dalam keadaan normal daya beli masyarakat baik.

Baca juga: Kelakuan Bejat Kakak, Tega Jual Adik yang Berusia 14 Tahun ke Pria Hidung Belang,Dihargai Rp500 Ribu

Baca juga: Blessmiyanda Tak Dipecat Meski Terbukti Lecehkan Stafnya, LPSK: Itu Realitas yang Harus Diterima

Baca juga: Pengusaha Dituduh Buat Laporan Palsu, Minta Saksi Korban Dihadirkan di Persidangan

Omzet momen Ramadan hingga Lebaran di toko kuenya bisa meningkatkan 500 persen.

"Pokoknya saya omzet misalnya di sini Rp10 juta sehari, (kalau momen Ramadan dan Lebaran) bisa sampai Rp70 juta sehari," paparnya.

Pelaku usaha seperti dirinya tidak dapat berbuat banyak, kendala yang dialami dalam penurunan omzet tidak lain karena menurunnya daya beli.

Dia mengaku, hanya bisa pasrah dan tetap bersyukur usahanya tetap berjalan di tengah situasi yang tak karuan akibat pandemi Covid-19.

"Sekarang boro-boro (naik omzet), cuma ya disyukuri ajalah," jelasnya.

Adapun untuk mengakali agar tidak mengalami kerugian besar, Asep mengurangi stok barang kue lebaran.

Selain menjual kue lebaran seperti nastar, kue semprong dan beberapa kue lebaran lain, Toko Kue Kiki menyediakan kue kering dalam bentuk kiloan.

Untuk kue kering kiloan ini, Asep mengaku barangnya didatangkan langsung dari produsen dan bisa diretur jika kedaluwarsa.

Namun berbeda untuk kue lebaran, barang yang dijual merupakan hasil olahan sendiri dan juga didatangkan langsung dari produsen dalam bentuk paket.

Toko Kue Kiki menjual kue bungkisan lebaran di Jqkan Nusantara Raya, Perumnas 3, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (29/4/2021).
Toko Kue Kiki menjual kue bungkisan lebaran di Jqkan Nusantara Raya, Perumnas 3, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (29/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Kue lebaran ini lanjut Asep, tidak bisa diretur sehingga potensi merugi akan jauh lebih besar jika barang tidak laku.

"Makanya kita harus mensiasatin gitu, kita seminimal mungkin mengurangi stok tahun ini ada cuma 1200 paket (stok), kalau tahun kemarin bisa sampe 5000 terjual," terang dia. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved