Munarman Ditangkap Densus 88

Munarman Ditangkap: Polisi Temukan Serbuk Diduga Bahan Peledak, Kuasa Hukum Sebut Detergen

Perwakilan Taktis, M Hariadi Nasution mengklaim serbuk putih tersebut merupakan detergen yang berfungsi membersihkan toilet (WC).

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
ISTIMEWA
Densus 88 tankap Pengacara Rizieq Shihab, Munarman. 

Perwakilan Taktis, M Hariadi Nasution, mengatakan pihaknya bakal memberikan perlawanan secara hukum.

"Kami akan melakukan perlawanan hukum sesuai sistem peradilan pidana yang berlaku di Republik Indonesia," kata Hariadi, dalam keterangannya, Rabu (28/4/2021).

Satu diantara kesalahan prosedur penangkapan Munarman, menurut dia, saat aparat langsung membawa kliennya ini tanpa pemberitahuan.

Baca juga: Munarman Ditangkap Karena Baiat di UIN Jakarta, Wakil Rektor: Kejadian Tahun 2014

"Kalau perihal penyitaan buku-buku yang disita di rumah klien kami, buku-buku tersebut merupakan koleksi intelektual yang mengisi perpustakaan pribadi klien kami," tuturnya.

Hariadi mengatakan, polisi diduga mengabaikan prinsip hak asasi manusia saat mengamankan Munarman di rumahnya.

"Setiap proses penegakan hukum haruslah menghormati dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia dan asas hukum," jelas dia.

Dia pun keberatan saat Munarman dibawa ke Polda Metro Jaya dengan mata ditutup kain.

"Menutup mata klien klien kami saat turun dari mobil di Polda Metro Jaya secara nyata telah menyalahi prinsip hukum dan hak asasi manusia," jelas dia.

"Sebagaimana dijelaskan Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme," sambungnya.

Anggota tim kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar, mengatakan penetapan tersangka kepada Munarman itu disampaikan penyidik, saat pemeriksaan pada Selasa (27/4/2021) malam, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Merujuk surat penangkapan yang disampaikan, Munarman menjadi tersangka dalam kasus baiat atau pengucapan sumpah setia kepada ISIS di Kota Makassar, pada 2015.

Dalam kegiatan baiat dilakukan sejumlah anggota FPI itu, Aziz membenarkan Munarman menjadi pembicara.

Tapi Aziz membantah kliennya terlibat kegiatan tersebut.

Pihaknya mengklaim saat diundang sebagai pembicara di sana, Munarman tidak mengetahui ada kegiatan baiat kepada ISIS.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved