Reaksi Wagub DKI Setelah Mengetahui Anak Buahnya Jadi Pengedar Narkoba di Aceh

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bereaksi soal oknum Pegawai Negeri Sipil yang ditangkap polisi lantaran nyambi jadi pengedar narkoba

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Ilustrasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bereaksi soal oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditangkap polisi lantaran nyambi jadi pengedar narkoba di Banda Aceh. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bereaksi soal oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditangkap polisi lantaran nyambi jadi pengedar narkoba di Banda Aceh.

Ia menyebut, oknum PNS yang diketahui berinisial HH (37) itu segera diberikan sanksi tegas.

Sanksi berat bakal dijatuhkan lantaran HH telah mencoreng nama baik Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau ditemukan bukti-bukti yang nyata, yang jelas melanggar tentu kami akan memberikan sanksi yang tegas dan jelas," ucapnya, Jumat (30/4/2021).

"Siapapun dan apapun bentuknya, ada sanksi yang berlaku dengan ketentuan," sambungnya menjelaskan.

Politisi Gerindra ini pun mengingatkan kepada seluruh jajarannya agar memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat.

Terlebih, PNS merupakan pelayan bagi masyarakat dan menerima gaji yang berasal dari uang rakyat.

"Siapapun apalagi PNS DKI Jakarta harus memberikan contoh teladan yang baik. Kalau ditemukan bukti-bukti nyata yang jelas tentu kami, pak gubernur akan memberikan sanksi tegas," tuturnya.

Dilansir dari Serambinews.com, oknum PNS Dishub DKI itu diringkus pada Senin (26/4/2021) sekira pukul 23.00 WIB di di Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh.

Ia ditangkap setelah diketahui menggeluti 'kerja sampingan' sebagai kurir sabu-sabu.

Dari tangannya petugas menyita sabu-sabu seberat 5,30 gram.

"Penangkapan oknum PNS ini dilakukan dari pengembangan yang dilakukan petugas Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh, berawal dari penangkapan tersangka AR (37) di depan Pasar Lowak, Gampong Lampaseh Aceh pada hari yang sama," kata Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh AKP Rustam.

Adapun AR bertindak sebagai pembeli sabu, sedangkan HH merupakan bandar atau penjual barang haram tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved