Breaking News:

Ramadan 2021

Pengurus RT/RW di Jakarta Timur Diminta Imbau Warganya Tidak Mudik

Pemkot Jakarta Timur melibatkan pengurus RT/RW mengimbau warga agar tidak mudik pada Idul Fitri 1442 Hijriah guna mencegah penularan Covid-19.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar saat memberi keterangan di Jatinegara, Senin (28/12/2020).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pemkot Jakarta Timur melibatkan pengurus RT/RW mengimbau warga agar tidak mudik pada Idul Fitri 1442 Hijriah guna mencegah penularan Covid-19 meluas.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan pelibatan pengurus RT/RW agar imbauan tidak mudik yang disampaikan petugas di 10 Kecamatan wilayahnya lebih maksimal.

"Di mana mereka juga sudah membuat surat imbauan ke warganya agar tidak mudik. Sosialisasi ini disampaikan agar bisa langsung diterima oleh warga," kata Anwar saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: Tak Ada Sanksi, Wali Kota Larang Warga Bekasi Mudik Lebaran 2021

Dibandingkan petugas, para pengurus RT/RW juga merupakan pihak yang paling mengenal warga sehingga imbauan tidak mudik disampaikan mereka diharapkan lebih bisa diterima.

Satgas Covid-19 Jakarta Timur mencatat akumulasi kasus terkonfirmasi Covid-19 sejak awal pandemi tahun 2020 lalu hingga kini sekitar 87 ribu kasus, 1.070 di antaranya meninggal.

Baca juga: Nekat Mudik Lebaran Tinggalkan Ibu Kota? Pemkot Jakpus Akan Karantina Warga yang Bandel

"Dengan tidak mudik hal itu mencegah munculnya klaster baru dalam penyebaran Covid-19. Karena di Jakarta Timur sendiri angka (penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19) itu sudah menurun," ujarnya.

Lurah Jatinegara Slamet Sihabudin menuturkan dalam menyampaikan imbauan tidak mudik Idul Fitri 1442 Hijriah pihaknya menyasar warga pendatang yang tinggal mengontrak.

Dia mencontohkan di Jalan KRT Radjiman wilayah RW 12, RW 05, RW 06, dan RW 14 yang banyak terdapat kontrakan lokasi pekerja pabrik hingga pedagang asongan mengontrak.

Baca juga: Dishub DKI Jakarta Klaim Penumpang Bus AKAP Turun Selama Masa Pengetatan Mudik

"Mereka setiap tahun selalu mudik ke kampung halamannya saat hari-hari besar keagamaan. Lokasi itu yang terus kami sasar untuk mensosialisasikan larangan mudik lebaran," tutur Slamet. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved