Breaking News:

Peringati May Day 2021, Ratusan Buruh Berunjuk Rasa di Pelabuhan Tanjung Priok

Sekretaris Jenderal Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia, Michael mengatakan, ada sekitar 500 buruh yang ikut turun ke jalan memperingati May Day

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ratusan buruh yang tergabung dari sejumlah federasi memperingati Hari Buruh alias May Day 2021 dengan berunjuk rasa di jalanan akses Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Ratusan buruh yang tergabung dari sejumlah federasi memperingati Hari Buruh alias May Day 2021 dengan berunjuk rasa di jalanan akses Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/5/2021).

Dimulai sekitar pukul 15.30 WIB, para buruh beramai-ramai berdatangan dan membikin barikade di pinggir jalan.

Didominasi atribut warna merah-putih, para buruh mulai berunjuk rasa di hadapan para pengguna jalan yang melintas.

Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan kaum buruh.

Sekretaris Jenderal Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia, Michael mengatakan, ada sekitar 500 buruh yang ikut turun ke jalan memperingati May Day hari ini.

"Kita selenggarakan dua agenda. Pertama rapat akbar virtual dari jam 10.00-12.00 WIB. Kedua offline, menyampaikan aksi turun ke jalan," ucap Michael di lokasi.

Baca juga: Peringati May Day, Buruh di Kabupaten Tangerang Pilih Bagi-bagi Takjil dan Masker

Baca juga: Sederet Foto Mahasiswa Diamankan Polisi saat Memperingati May Day

Baca juga: BPBD Kota Bekasi Bagikan Ratusan Paket Takjil kepada Warga

Michael menuturkan, tuntutan utama yang dilayangkan buruh dalam aksi hari ini masih serupa dengan tahun sebelumnya.

Buruh meminta pemerintah segera mencabut Undang-Undang Cipta Kerja atau Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Tuntutan utama adalah agar pemerintah segera memcabut UU Cilaka serta turunannya," kata Michael.

Selain itu, buruh juga meminta pemerintah tidak menyicil dalam hal pembayaran tunjangan hari raya (THR).

Michael menilai, kondisi pandemi kerap dijadikan alasan perusahaan menunda-nunda pencairan hak karyawan itu.

"Kemudian kita minta program vaksinasi dilaksanakan gratis terhadap seluruh rakyat, termasuk kaum buruh. Kita belum menerima vaksin," tutup Michael.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved