Breaking News:

Manajer Kimia Farma Tersangka Antigen Bekas Ternyata Sedang Bangun Rumah Mewah, Begini Penampakannya

Manajer kimia farma otak kasus antigen bekas bangun rumah mewah di kampung.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muji Lestari
KOMPAS.COM
Picandi Mosko (PC) yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu. 

"Yang jelas ini barang buktinya ada Rp 149 juta dari tangan tersangka. Dan yang jelas satu hari ada 100-150 dan 200 penumpang yang ikut melakukan tes swab ini. Kalau hitung 100 saja, kali 90 hari, sudah ada 9.000 orang," papar Panca.

Baca juga: Jadi Otak Alat Antigen Bekas, Manajer Kimia Farma Cuan Rp30 Juta Sehari & Punya Sederet Mobil Mewah

Ia mengatakan ada perjanjian kerjasama antara pihak PT Angkasa Pura dan PT Kimia Farma yakni biaya Rp 200.000 unti setiap kali tes swab.

"Mereka membagi hasil, tetapi melaksanakan pemeriksaan di sana adalah pelaku yang bekerja di bidang di kantor Kimia Farma," aku Panca.

Adapun saat ini diketahui Picandi Mosko tengah membangun rumah mewah di depan rumah lamanya di Griya Pasar Ikan.

Meski demikian, pekerja bangunan itu diminta berhenti pekerja oleh kerabat Picandi.

Pembangunan rumah megah tersebut saat ini dalam tahap closing, kayu-kayu penyangga coran bangunan rumah masih terlihat terpasang belum dilepas oleh para tukang.

Baca juga: Nagita Slavina Hamil Anak Kedua, Sensen Wanti-wanti Istri Raffi Tak Lakukan Ini hingga Protes ke TV

Sementara di bagian dalam sebagian relief rumah telah terpasang, termasuk pagar besi di depan rumah telah dipasang dan sudah selesai dilakukan pengecatan.

Menurut informasi warga sekitar pembangunan rumah mewah Picandi tersebut dimulainya sejak setahun terakhir dan saat ini pembangunannya dihentikan sementara semenjak Picandi tersandung kasus alat antigen bekas.

Picandi Mosko (PC) yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu.
Picandi Mosko (PC) yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu. (KOMPAS.COM)

Antoni, satu diantara pekerja bangunan rumah manajer Kimia Farma menjelaskan, ia dan tukang bangunan lainnya masih bekerja pada Rabu (28/4/2021).

Meski demikian, pada Kamis pagi (29/4) nenek yang merupakan kerabat Picandi menuturkan tak usah kerja dahulu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved