Breaking News:

Nilai Jelek, Tina Toon Nangis dan Bikin Orangtua Panik: Dari SD Aku Ranking 1 Terus

Artis yang juga merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta Tina Toon, bercerita tentang pengalamannya di masa sekolah dulu.

Grafis Tribun Jakarta / Grid.ID
Tina Toon - Artis yang juga merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta Tina Toon, bercerita tentang pengalamannya di masa sekolah dulu. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Artis yang juga merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta Tina Toon, bercerita tentang pengalamannya di masa sekolah dulu.

Ia mengatakan, pernah merasa ngedown gara-gara mendapatkan nilai jelek di sekolahnya.

Bahkan, Tina Toon sampai menangis saat memperoleh nilai 50 di bangku SMP.

"Sama guru di sekolah, aku banyak pengalamannya. Tapi yang aku inget, dulu aku paling nangis kalau dapat nilai jelek. Karena aku dulu pengennya dapat nilai 85, atau 90. Aku mau selalu ranking 1, dan memang dari SD, SMP, SMA, aku rangking 1 terus," kata Tina Toon bercerita pada TribunJakarta.com, Minggu (2/5/2021).

Diakuinya, dahulu ia merupakan sosok yang ambisius. Selalu ingin mendapatkan nilai yang bagus, hanya karena ini dapat ranking 1 di sekolahnya.

Tina Toon, anggota DPRD DKI terpilih periode 2019-2024 saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).
Tina Toon, anggota DPRD DKI terpilih periode 2019-2024 saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Rasa ambisinya ini, membuahkan hasil. Tina, selalu dapat peringkat 1 sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Hal ini yang kemudian membuatnya selalu ingin terlihat sempurna.

Baca juga: Ajak Perusahaan di Wilayahnya Sediakan Makanan Buka Puasa, Lurah Kayu Putih: Enggak Ada Paksaan

Baca juga: Hardiknas 2021, Tina Toon Cerita Soal Pengalamannya Kejar Cita-Cita Sampai Terjun ke Dunia Politik

Baca juga: Duel Man United Vs Liverpool Ditunda: Fans Bikin Onar, Masuk ke Lapangan Bikin Old Trafford Membara

"Aku sempet loncat kelas juga, dapat beasiswa, dan lain-lain. Jadi pengennya perfect kalau di sekolah. Jadi dulu, aku pernah dapat nilai 60 atau 50, itu jelek banget. Cuma gara-gara kurang titik di kalimat belakangku. Padahal jawabanku bener semua, dan itu sampai benar-benar down, nangis-nangis, kunci kamar dan segala macem," imbuhnya.

Melihat dirinya menangis hingga mengunci diri di kamar gara-gara nilai jelek, bahkan orangtuanya sempat merasa khawatir dan panik.

Halaman
123
Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved