Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pasar Tanah Abang Bejubel, Anggota DPRD DKI Kenneth: Jangan Sampai Ada Klaster Pusat Perbelanjaan!

pandemi Covid-19 ribuan warga dari berbagai daerah berbondong-bondong datang ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk belanja keperluan Hari Raya.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19 ribuan warga dari berbagai daerah berbondong-bondong datang ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk belanja keperluan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Untuk mencegah adanya klaster baru Covid-19, petugas gabungan pun dikerahkan sebanyak 2.500 personel untuk mengurai kepadatan yang terjadi di Pasar Tanah Abang.

Personel akan ditugaskan di sejumlah titik, termasuk di Stasiun Tanah Abang.

Personel gabungan terdiri dari Satpol PP, Brimob, Sabhara, TNI, Kodam, Marinir Angkatan Laut dikerahkan untuk menjaga Pasar Tanah Abang.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengatakan, seharusnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah harus memikirkan solusi dan inovasi sebelum kepadatan itu terjadi, karena di khawatirkan bisa menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Baca juga: 4 Jurus Gubernur Anies Antisipasi Kerumunan Pembeli Serbu Pasar Tanah Abang, Akankah Berhasil?

"Pemprov DKI harus benar-benar mempunyai inovasi jitu dalam mencegah berkerumunnya warga yang berbelanja di Pasar Tanah Abang, seharusnya sebelum bulan Ramadhan hal ini sudah harus dipikirkan, Jangan hanya fokus kepada penindakan peraturan semata " kata Kenneth dalam keterangannya, Senin (3/5/2021).

Pria yang akrab disapa Kent itu meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, harus bisa membuat inovasi dan terobosan dalam menanggulangi warga yang berbondong bondong hendak berbelanja untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri, salah satunya membuat aplikasi online yang terhubung langsung ke seluruh pelaku usaha di Jakarta.

"Buat aplikasi online dong, sekarang sudah zaman 4.0 kok masih berfikir secara konvensional? Aplikasi tersebut bisa digunakan oleh seluruh pelaku usaha dan konsumen di seluruh Jakarta, baik itu di Pasar Tanah Abang maupun di tempat-tempat usaha lain di DKI Jakarta. Semua Pelaku usaha bisa mempromosikan barang dagangannya di aplikasi tersebut, untuk sistem pembayaran bisa mengajak Bank DKI untuk terlibat di dalamnya. Kalau seperti ini sama saja tidak ada terobosan apa apa dari Pemprov DKI, saya heran kok sama sekali tidak belajar yah selama 1,5 tahun pandemi ini? Harusnya banyak sekali ilmu yang bisa di dapat selama pandemi ini," tuturnya.

Baca juga: 670 Petugas Gabungan Jaga Pasar Tanah Abang, Tiap Pintu Masuk Dijaga Aparat

Menurut Kent, Pemprov DKI Jakarta bisa merangkul seluruh pelaku usaha di Jakarta untuk menggunakan aplikasi tersebut, dan memberikan sosialisasi serta edukasi yang komprehensif agar para pedagang bisa memahami cara memakai aplikasi.

Inovasi ini bisa membuat Perekonomian DKI Jakarta tetap berjalan dan protokol kesehatan (prokes) juga tetap terjaga.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved