Terkuak Sesal NA Saat Sate Beracun Malah Tewaskan Anak Driver Ojol, Polisi: Goyah Ketika Viral

Nani Apriliani Nurjaman atau NA, sang pengirim sate beracun telah menyesal karena aksinya menyebabkan tewasnya Naba Faiz Prasetya (10).

Kompas/ Markus Yuwono
Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya (Baju Putih) dan tersangka NA (di kanan) di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). Nani Apriliani Nurjaman atau NA, sang pengirim sate beracun telah menyesal karena menyebabkan tewasnya Naba Faiz Prasetya (10) anak driver ojek online bernama Bandiman. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Nani Apriliani Nurjaman atau NA, sang pengirim sate beracun telah menyesal karena aksinya menyebabkan tewasnya Naba Faiz Prasetya (10) anak driver ojek online bernama Bandiman.

Semula, paket sate beracun itu ditujukan kepada kepada Penyidik Satreskrim Polresta Yogyakarta Aiptu Tomi.

Namun, sate beracun itu malah disantap Naba Faiz Prasetya.

Nani Apriliani Nurjaman pun menyesali aksinya setelah viral di media.

"Iya adalah omongan sepintas seperti itu (menyesal), cukup goyah ketika terjadi viral di media," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021).

Baca juga: Sosok Introvert NA Sang Pengirim Sate Beracun untuk Aiptu Tomi, Polisi: Tak Semudah Dibayangkan

Nani, kata Burkan telah mengakui aksinya.

Tetapi, tersangka gelisah sehingga komunikasi dalam pemeriksaan belum baik.

"Ini introvert banget (tersangka) tidak semudah yang anda bayangkan. Jadi awalnya saya mengira sesimpel itu tapi agak tertutup," tutur Burkan

Burkan mengungkapkan bahan kimia dipesan Nani Apriliani Nurjaman melalui aplikasi online sekira tiga bulan lali.

Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomi, polisi senior di Yogyakarta.
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomi, polisi senior di Yogyakarta. ((KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO))

Setelah datang dicampurkan ke bumbu sate pada hari Minggu (25/4/2021).

"Dari peristiwa ini kami simpulkan bahwa sebenarnya, peristiwa ini sudah dirancang tidak saat itu. Tetapi sudah dirancang beberapa hari maupun beberapa minggu sebelumnya," kata Burkan

"Karena pemesanan KCN ini sudah dari kira-kira tiga bulan yang lalu," kata Burkan.

Burkan menjelaskan aksi yang sudah direncanakan terlihat dari pelaku yang berganti motor, memakai jilbab padahal keseharian tidak mengenakan, hingga membuang jaket.

"Dia berganti motor, dia yang tidak biasanya berjilbab hari itu berjilbab. Membuang jaket, jaket yang dipersiapkan," kata dia.

Baca juga: Sate Misterius yang Tewaskan Anak Driver Ojol di Bantul Mengandung Racun Tikus? Ini Sederet Faktanya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved