Breaking News:

Ramadan 2021

Terminal Pulogebang Berangkatkan 15 Penumpang di Hari Pertama Larangan Mudik

Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur memberangkatkan sebanyak 15 penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di hari pertama larangan mudik

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur pada H-2 pelarangan mudik, Selasa (4/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur memberangkatkan sebanyak 15 penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di hari pertama larangan mudik pada Kamis (6/5/2021).

Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang Bernard Pasaribu mengatakan penumpang tersebut mereka yang memenuhi persyaratan melakukan perjalanan saat larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Ketentuan syarat ini diatur dalam SE Satgas Covid-19 nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Virus Disease Covid-19.

"Ada 15 penumpang yang berangkat dari Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang. Diberangkatkan menggunakan empat unit bus yang berangkat, tujuannya ke Pekalongan, Solo, Malang,” kata Bernard saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (7/5/2021).

Meski tidak merinci apa keperluan mendesak 15 penumpang sehingga melakukan perjalanan saat larangan mudik, dia memastikan pemeriksaan syarat jalan sudah dilakukan.

Bus AKAP yang digunakan mengangkut penumpang pun sudah merupakan bus khusus yang pada bagian depannya terdapat stiker khusus sebagai tanda bisa beroperasi saat larangan mudik.

Baca juga: Ditinggal Pemilik Mudik, 2 Gudang Plastik di Cakung Terbakar

“Selama adanya larangan mudik, disiapkan 750 alat rapid tes antigen. Calon penumpang yang harus berangkat karena ada keperluan tertentu, wajib untuk mengikuti tes antigen saat larangan mudik," ujarnya.

Bila dari hasil rapid test antigen dinyatakan negatif Covid-19 dan sudah memenuhi syarat administrasi melakukan perjalanan maka penumpang baru diperkenankan melakukan perjalanan.

Baca juga: Nekat Mudik, Pria Ini Sembunyi di Mobil Boks Bersama Motornya, Digagalkan Polisi di Pos Penyekatan

Sementara bila dari hasil rapid test antigen dinyatakan positif Covid-19 maka sekalipun sudah memenuhi persyaratan administrasi penumpang tidak diperkenankan melakukan perjalanan.

Dalam SE Satgas Covid-19 nomor 13 tahun 2021 wadah yang bisa melakukan perjalanan saat larangan mudik antara lain: bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal.

Baca juga: Hari Pertama Larangan Mudik, 122 Kendaraan Diputar Balik di Kota Bekasi

Ibu hamil yang didamping oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan kepentingan nonmudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved