Gembong Kepemilikan Senjata Api dari Kampung Ambon, Polisi Minta Zemba Menyerahkan Diri
Zemba, adalah gembong kepemilikan senjata api yang sedang diburu polisi setelah penggerebekan di Kampung Ambon, Jakarta Barat.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Zemba, adalah gembong kepemilikan senjata api yang sedang diburu polisi setelah penggerebekan di Kampung Ambon, Jakarta Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus bersama jajaran Polres Metro Jakarta Barat pun telah menunjukkan gambar wajah Zemba di depan para Wartawan.
Yusri pun meminta Zemba menyerahkan diri kepada polisi sebelum aparat melakukan tindakan terukur.
"Saya minta Zemba segera menyerahkan diri," kata Yusri, di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (10/5/2021).
"Sampai manapun, sampai lubang tikus pun kami akan kejar," lanjut dia.

Selain memiliki senjata api, Zemba juga memiliki anak buah yang mengedarkan narkoba.
"Ini perusak-perusak generasi remaja kita di Jakarta. Saya katakan sampai lubang tikus pun kami kejar," tegas Yusri.
Baca juga: Rekam Jejak Ustaz Tengku Zulkarnain, Eks Pengurus MUI yang Meninggal Selepas Azan Maghrib
Baca juga: Kuasa Hukum Rizieq Shihab Harap Tuntutan dan Vonis Ringan di Kasus Kerumunan Petamburan
Baca juga: Jelang Lebaran, AMK Jabar Bagikan Kursi Roda untuk Lansia di Bogor
"Sebaiknya serahkan diri sebelum kami tangkap dengan tindakan tegas terukur," lanjut dia.
Polisi kini telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan para pelaku.
Yusri mengatakan barang bukti tersebut diantaranya dua pucuk senjata api rakitan, tiga air softgun, dan empat senapan angin.
"Ada juga 49 senjata tajam terdiri dari 16 samurai, 12 golok, 8 celurit, 9 badik, 2 pisau, 1 sangkur, dan 1 kampak," kata Yusri.
Selain itu, polisi juga mengamankan ganja seberat 130 gram dan sabu 17 gram.
"Ada juga tembakau sintetis seberat 7 gram, satu butir ekstasi, 115 alat penghisap sabu, dan 16 timbangan elektrik," beber Yusri.
Saat merilis kasus ini, polisi menghadirkan sepuluh dari 49 tersangka yang mengenakan pakaian tahanan.