Breaking News:

Ramadan 2021

Kisah Serli, Jual Jasa Penukaran Uang di Jalan TB Simatupang, Cilandak: Tahun Ini Lebih Sepi

Menjelang sore hari, Serli tampak duduk di jok membelakangi stang motor matic-nya dan memegang setumpuk uang Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu yang masih baru

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Serli (37) sedang memegang uang pecahan baru di tepi Jalan TB Simatupang, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (11/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Menjelang sore hari, Serli (37) tampak duduk di jok membelakangi stang motor matic-nya.

Sambil bersandar di stang, tangan kirinya memegang setumpuk uang Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu yang masih baru.

Perempuan itu mengenakan sweater dan topi demi mencegah kulitnya tersengat sinar matahari yang cukup terik.

Sedangkan tas ransel merah berisi sejumlah uang pecahan baru dipakai di depan perutnya. 

Paparan debu dan polusi udara kota sudah biasa bagi perempuan asal Sibolga tersebut yang duduk santai sambil berjualan uang baru.

Serli (37) sedang memegang uang pecahan baru di tepi Jalan TB Simatupang, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (11/5/2021).
Serli (37) sedang memegang uang pecahan baru di tepi Jalan TB Simatupang, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (11/5/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Di tepi Jalan TB Simatupang arah Lebak Bulus, sejumlah penjual uang pecahan bermunculan. 

Salah satunya ialah Serli. Ia menjual jasa penukaran uang kepada pengendara yang melintas. 

Baca juga: Nikita Mirzani Tak Bisa Tahan Tangis di Depan Istri Sapri, Si Raja Pantun Minta Ini Sebelum Wafat

Baca juga: Masjid Agung At Tin Gelar Salat Idulfitri Jika Dapat Izin dari Pemerintah, Jemaah Maksimal 2 Ribu

Baca juga: Bakal Segera Dibuka, Ini Syarat Agar Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 17

Ibu Serli, Lumiya (71) juga ikut berjualan tak jauh dari tempat Serli berdiri. 

Bahkan Ibunya sudah sekitar 10 tahun berjualan di tepi jalan itu. Lebih lama dibanding Serli.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved