Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Saksi Rizieq Shihab Bela Hanif Alatas Soal Video Testimoni yang Disebut Jaksa Bohong

Saksi fakta dari pihak tim kuasa hukum Rizieq Shihab dalam kasus tes swab di RS UMMI Bogor membela Hanif Alatas terkait video testimoni kondisi Rizieq

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Bima Putra
Mahdi saat dihadirkan jadi saksi fakta dalam sidang kasus tes swab Rizieq di RS UMMI Bogor yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (11/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Saksi fakta dari pihak tim kuasa hukum Rizieq Shihab dalam kasus tes swab di RS UMMI Bogor membela Hanif Alatas terkait video testimoni kondisi Rizieq Shihab saat dirawat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya menyatakan video testimoni Hanif terkait kondisi Rizieq saat dirawat di RS UMMI pada November 2020 sebagai pemberitahuan berita bohong.

Mahdi, saksi fakta dari tim kuasa hukum Rizieq justru menyebut video testimoni yang membuat Hanif dijerat pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 justru membantah kabar bohong kondisi Rizieq saat dirawat.

Alasannya sebelum Hanif membuat video testimoni, Mahdi mengatakan banyak kabar menyebut saat dirawat di RS UMMI Bogor Rizieq dalam kondisi kritis hingga sudah meninggal dunia.

"Saya mendapat kabar bahwasanya habib (Rizieq) dalam keadaan kritis, bahkan saya juga mendapatkan kabar sampai ada satu video di akun YouTube yang menyampaikan habib dalam keadaan koma dan sudah meninggal dunia," kata Mahdi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Saksi Rizieq Shihab: Bima Arya Sempat Ingin Cabut Laporan Terhadap RS UMMI Bogor

Menurutnya kabar bohong beredar di media sosial sekitar tanggal 25 November 2020 lalu dan terus bertambah seiring waktu, kabar ini yang dianggap membuat para tokoh agama Kota Bogor resah.

Mahdi menuturkan lalu menghubungi Hanif yang merupakan menantu Rizieq guna memastikan kabar yang beredar di media massa terkait kondisi kesehatan Rizieq saat dirawat di RS UMMI Bogor.

Hanif yang jadi terdakwa di kasus tes swab RS UMMI Bogor bersama Dirut RS UMMI Bogor, dr. Andi Tatat, dan Rizieq lalu menginformasi percakapan mereka lewat telepon Whatsapp saat itu.

Baca juga: H-2 Lebaran, Segera Bayar Zakat Fitrah Sebelum Hari Raya Idul Fitri, Ini Niat dan Besarannya

"Waktu itu saya mengatakan 'Oh Habib enggak kritis, enggak benar'. Saya mengonfirmasi nih, apakah betul saya mengatakan betul habib dirawat di RS UMMI, tapi habib enggak kritis, habib keadaan stabil, bagus-bagus saja," ujar Hanif.

Mahdi menuturkan Hanif membuat video testimoni terkait kondisi Rizieq dibuat setelah dia meminta agar ada bantahan kabar bohong Rizieq kritis hingga meninggal saat dirawat di RS UMMI Bogor.

"Betul, dan saya yang menyuruh saudara Hanif untuk membuat klarifikasi agar tidak menjadikan keresahan kabar tersebut," tutur Mahdi.

Baca juga: Polisi Tangkap Rusdiono: Pelaku Pedofil 35 Anak, Saat Malam Pakai Nama Ruswati

Hanif kemudian bertanya bagaimana reaksi tokoh agama di Kota Bogor setelah menyaksikan video testimoni yang dibuat, Mahdi lalu menjawab bahwa video menenangkan para tokoh agama.

"Mereka mengucapkan ternyata kabar tersebut kabar hoax dan itu sangat menenangkan, para tokoh, para kiai, para Habaib, khusus di kota Bogor karena saya berdomisili di kota Bogor," jawab Mahdi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved