Breaking News:

Idul Fitri 2021

Salat Idul Fitri di Depok: Pengurus Masjid Wajib Lengkapi Surat Pernyataan, Jamaah Dilarang Salaman

Pemerintah Kota Depok mewajibkan setiap pengurus masjid untuk membentuk kepanitiaan yang khusus bertanggung jawab pada pelaksanaan Salat Idul Fitri.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Wali Kota Depok Mohammad Idris, membantah adanya intimidasi yang dialami Sandi. Idris meminta dirimkan bukti bilamana terjadi intimidasi dialami Sandi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Pemerintah Kota Depok mewajibkan setiap pengurus masjid untuk membentuk kepanitiaan yang khusus bertanggung jawab pada pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H, baik itu di Masjid atau pun lapangan alias tempat terbuka.

Nantinya, kepanitiaan ini yang akan mengatur dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan, di tempat pelaksanaan Shalat Idul Fitri.

Selain itu, kepanitiaan ini juga wajib melengkapi surat pernyataan tanggung jawab pelaksanaan dan pengawasan protokol kesehatan.

Baca juga: Hasil Sidang Isbat: Kementerian Agama Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H Hari Kamis 13 Mei 2021

“Membentuk kepanitiaan khusus yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Shalat Idul Fitri baik di Masjid atau lapangan, untuk mengatur dan mengawasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan sekaligus mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan Shalat Idul Fitri dengan membuat surat pernyataan sebagaimana terlampir,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, dalam surat edaran resminya, Selasa (11/5/2021).

Lebih lanjut, Idris juga meminta agar pengurus Masjid menerapkan sejumlah ketentuan seperti di antaranya melakukan disinfektan di lokasi pelaksanaan Shalat, membatasi jumlah pintu masuk dan keluar, menyediakan fasilitas cuci tangan, menyediakan alat pengecekan suhu.

Baca juga: Berbeda dengan Anies, Pilar Saga Pastikan Warga Tangsel Boleh Ziarah Kubur Pada Idul Fitri 1442 H

“Jika ditemukan jamaah dengan suhu diatas 37,5, tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Dua kali pemeriksaan dengan jarak tiga menit,” jelasnya.

Ketentuan lainnya adalah menerapkan pembatasan jarak antar jamaah 1,5 meter, membatasi kapasitas sebanyak 30 persen, mempersingkat waktu pelaksanaan, memasang imbauan penerapan protokol kesehatan.

“Setiap jamaah menggunakan masker, dan membawa perlengkapan ibadah sendiri, tidak diperkenankan salaman atau kontak fisik sebelum dan setelah Shalat, jamaah lanjut usia yang memiliki penyakit komorbid dan orang yang sedang sakit untuk tidak mengikuti kegiatan shalat idul fitri, dan seluruh jamaah untuk ikut peduli terhadap penerapan protokol kesehatan di tempat pelaksanaan Sholat Idul Fitri sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved