Breaking News:

Food Story

Cerita Warga Lenteng Agung Membuat Semur Kerbau Andil: Hidangan Khas Betawi Jelang Lebaran

Setiap mendekati hari Lebaran, warga Betawi menyiapkan hidangan semur kerbau andil.

TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Penampakan semur kerbau andil khas Betawi pada Rabu (12/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Setiap mendekati hari Lebaran, warga Betawi menyiapkan hidangan semur kerbau andil.

Santapan ini selalu menemani masyarakat Betawi bersama opor dan sayur godog.

Di balik kelezatan daging kerbau itu, tersimpan makna kebersamaan antar warga meski saat ini sudah memudar.

Seperti kebanyakan warga Betawi lainnya, Warga Lenteng Agung RT 004 RW 008, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Purwanti (40), turut memasak semur daging kerbau untuk hidangan di Hari Raya Idul Fitri.

Anti, sapaannya, mengatakan, ia ikut andil atau patungan kerbau selama satu bulan sebelum puasa.

Namun, ada juga warga yang melakukan andil daging kerbau dengan sistem arisan bulanan selama setahun penuh.

Harga satu kilo daging kerbau saat ini seharga Rp 125 ribu. Warga harus membayar panjer Rp 100 ribu untuk mendapatkan sekilo daging kerbau.

Warga kemudian melunasi sisanya dua hari sebelum pemotongan. Kerbau dibeli dari daerah Srengseng Sawah.

Warga Lenteng Agung RT 004 RW 008, Purwanti (40) memegang semur kerbau andil hasil buatannya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (12/5/2021).
Warga Lenteng Agung RT 004 RW 008, Purwanti (40) memegang semur kerbau andil hasil buatannya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (12/5/2021). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Lebaran kali ini, Anti membayar panjer sebesar Rp 300 ribu untuk tiga kilo daging kerbau. Berarti, tersisa Rp 75 ribu yang harus dilunasi Anti.

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved