Idul Fitri 2021
Wali Kota Jakarta Pusat Imbau Masyarakat Langsung Pulang ke Rumah Setelah Salat Ied
Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengimbau masyarakat segera pulang ke rumah setelah salat id pada idulfitri, Kamis (13/5/2021).
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengimbau masyarakat segera pulang ke rumah setelah salat id pada idulfitri, Kamis (13/5/2021).
Hal ini guna mencegah kerumunan lantaran masih pandemi Covid-19.
"Besok salat ied, semua segera kembali ke rumah masing-masing setelah salat," kata Dhany, saat diwawancarai Wartawan setelah apel persiapan malam takbiran, di Lapangan Silang Monas, Rabu (12/5/2021).
"Kebetulan kami juga sudah berkoordinasi dengan pengelola masjid untuk kita menjaga protokol kesehatan Covid," lanjutnya.
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan masyarakat dapat menunaikan salat idulfitri di masjid yang dekat dengan rumah masing-masing.
Meski begitu, Irwandi menjelaskan kapasitas jemaah wajib 50 persen dari biasanya.
Hal ini telah termaktub dalam seruan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nomor 5 Tahun 2021, tentang pengendalian masyarakat saat salat idulfitri.
"Ini sudah seruan gubernur ya. Kami kan rencananya mau salat id di sini (masjid di dalam area Pemerintah Kota Jakarta Pusat), cuma kita batalkan," kata Irwandi, saat diwawancarai, di kantornya, Selasa (11/5/2021).
"Karena ada seruan Gubernur Nomor 5 tahun 2021, tentang pengendalian aktivitas masyarakat dalam pencegahan penyebaran covid, khususnya salat id 2021," lanjutnya.
Irwandi berharap masyarakat dapat mematuhi aturan tersebut.
"Kami mengharapkan masyarakat mematuhi peraturan ini, masyarakat melaksanakan salat id di lapangan dan tidak boleh orang dari luar," tutur Irwandi.
"Tapi khusus warga sekitar atau yang dekat dengan masjid itu. Itu juga dengan kapasitas 50 persen. Menerapkan prokes," lanjutnya.
Dia menambahkan, panitia masjid juga wajib menyediakan masker dan cairan pencuci tangan (hand sanitizer).
"Paling tidak saat hari H itu mereka pakai masker melindungi diri mereka dan orang lain. Itu kami imbau dari keluarga dulu, karena dari keluarga harus mengingatkan Covid masih ada," tutup dia.
Selain tempat ibadah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berfokus mencegah kerumunan di tempat wisata hingga restoran saat lebaran 2021.
Baca juga: Ciputat, Pamulang dan Pondok Aren Paling Rawan Pencurian di Rumah Kosong Saat Libur Lebaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/walikota-sama-kapolres.jpg)