Banyaknya Akses Jalan Menuju TPU Kampung Kandang, Bikin Pengurus Kecolongan
Pengurus TPU Kampung Kandang, Sobari mengatakan masih ditemukan sejumlah pengunjung yang nekat datang ke TPU Kampung Kandang untuk berziarah
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
Pengamatan TribunJakarta.com, rombongan peziarah ini terdiri dari satu mobil angkot M16 dan tiga buah motor.
Rombongan keluarga yang terdiri dari sejumlah ibu, bapak, anak muda dan anak kecil ini sebagian besar mengenakan pakaian muslim.
Petugas tak memberikan izin ketika mereka hendak ziarah.
Mereka pun sempat emosi saat dilarang masuk.
Salah satu dari pengunjung itu protes kepada petugas lantaran mereka melihat sebelumnya ada yang sempat berziarah.
Petugas pun menjelaskan kepada mereka bahwa pihaknya sempat kecolongan saat tengah berjaga di makam itu.
Hafiz, salah satu petugas kemudian datang mencoba menengahi ketegangan antara rekannya dan pengunjung itu.
"Ini kebijakan pemerintah DKI di lapangan. Saya harap di sini enggak ada kompromi lagi. Kalau situ mau kukuh ziarah. Tanggal 17 besok," ujar Hafiz kepada sejumlah pengunjung itu.
"Bukan gitu, tapi bapak saya baru meninggal," ujar salah satu peziarah itu.
Hafiz pun kembali menerangkan kepada pengunjung itu.
"Saya paham, tapi kita kan mengikuti peraturan yang ada. Saya kerja di sini ibaratnya juga nyari pahala. Kerja untuk anak dan istri tolong hargai pekerjaan saya," jelasnya lagi.
Baca juga: Kapolresta Tangerang Awasi Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Kawasan Wisata Pantai Tanjung Kait
Baca juga: Libur Lebaran, Warga Bekasi Berwisata ke Gedung Juang Tambun
Baca juga: Sanksi Putar Balik Kendaraan Pemudik Bakal Diperpanjang Hingga 24 Mei 2021
Meski sudah diberi pengertian, mereka tetap enggan pergi dari TPU Kampung Kandang.
Salah satu pengunjung itu tetap meminta untuk berziarah makam. Namun, ia hanya meminta perwakilan saja dari mereka.
"Berarti tiga orang aja bang," ujarnya.
Hafiz akhirnya melunak dengan mengizinkan tiga orang saja yang boleh berziarah.