Breaking News:

Curhat Pedagang Pasar Gembrong, Jual Mobil Demi Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Anjloknya daya beli warga akibat pandemi Covid-19 dirasakan pedagang mainan di Pasar Gembrong, Jalan Basuki Rachmat, Kecamatan Jatinegara

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Orangtua yang datang ke Pasar Gembrong membelikan mainan untuk anaknya di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (14/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Anjloknya daya beli warga akibat pandemi Covid-19 dirasakan pedagang mainan di Pasar Gembrong, Jalan Basuki Rachmat, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur

Meski sejak awal tahun 2000 beken sebagai tempat belanja mainan anak dengan harga murah, para pedagang di Pasar Gembrong kini harus pontang-panting mempertahankan usahanya.

Ummi (50), satu pedagang mainan di Pasar Gembrong mengatakan sejak pandemi Covid-19 melanda tahun 2020 hingga kini merupakan masa paling berat dia mempertahankan usahanya.

"Belum lama ini sampai jual mobil untuk modal dagang dan bayar gaji pegawai. Pokoknya selama pandemi Covid-19 ini tahun paling berat selama puluhan tahun dagang," kata Ummi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (14/5/2021).

Mainan dijajakan pedagang Pasar Gembrong memang bukan barang hidup yang rusak dalam satu hari bila tidak laku, namun sepinya pembeli membuat mereka tidak memiliki pemasukan.

Berharap untung besar dari momen libur keagamaan seperti Idul Fitri tak lagi berhasil karena banyak warga yang pemasukannya berkurang hingga hilang terdampak pandemi Covid-19.

"Banyak warga yang kena PHK (pemutusan hubungan kerja), otomatis mereka jadi enggak punya duit dan mengurangi belanja. Kita, pedagang merasakan betul turunnya daya beli," ujarnya.

Baca juga: Balita Kejang-kejang Setelah Minum Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas di Tangerang

Baca juga: Gagal Mudik, Warga Perantau di Bekasi Mengisi Waktu Libur dengan Wisata Ke Gedung Juang Tambun

Baca juga: Banyaknya Akses Jalan Menuju TPU Kampung Kandang, Bikin Pengurus Kecolongan

Ummi menuturkan para pedagang mainan di Pasar Gembrong kini hanya berharap untuk sekedar mempertahankan usahanya, tidak lagi untung besar sebagaimana sebelum pandemi.

Menurutnya yang terpenting bisa mempertahankan usaha di masa pandemi Covid-19 tanpa mengurangi jumlah pegawai dan kehilangan kepercayaan pembeli langganan.

"Alhamdulillah sampai sekarang saya enggak ada pengurangan pegawai. Walaupun pas libur Lebaran tahun ini saja omzet turun sampai lebih dari 50 persen. Masih ada untung sedikit untuk mempertahankan usaha," tuturnya.

Pasar Gembrong merupakan satu sentral belanja mainan anak murah di Jakarta, dari mainan berupa robot, miniatur mobil, boneka, rumah boneka, hingga motor dan mobil listrik mini dijajakan.

Harga mainan yang ditawarkan pedagang Pasar Gembrong berkisar puluhan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kualitas barang dan kesepakatan tawar menawar pembeli dengan penjual.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved