Breaking News:

Singapura Berlakukan Lockdown Ketat Akibat Kasus Covid-19 Meningkat

Singapura terakhir kali menerapkan lockdown setahun silam, saat pandemi Covid-19 gelombang pertama menyerang negara tersebut.

GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris memiliki mutasi pada bagian receptor-binding domain, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh manusia. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 di Singapura kembali meningkat.

Pemerintah setempat pun merespons dengan kembali memberlakukan lockdown ketat.

Singapura terakhir kali menerapkan lockdown setahun silam, saat pandemi Covid-19 gelombang pertama menyerang negara tersebut.

Singapura menyusul Malaysia yang menerapkan kebijakan lockdown di wilayah ASEAN atau negara tetangga Indonesia.

Setelah pekan lalu Malaysia menerapkan hal yang sama lockdown.

Kementerian Kesehatan Singapura, Jumat (14/5/2021) mengumumkan kembali berlakunya pembatasan pertemuan paling banyak hanya antar dua orang.

Selain itu, restoran dilarang melayani makan di tempat.

Kunjungan ke rumah orang lain juga dibatasi hanya sebanyak dua orang. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Minggu, 16 Mei hingga 13 Juni mendatang.

Kebijakan tersebut diambil seiring meingkatkan kasus Covid-19 yang ditemukan dari kegiatan-kegiatan kelompok.

Singapura menemukan 71 kasus Covid-19 di kelompok masyarakat sepekan terakhir, naik dari 48 di pekan sebelumnya.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved