Singapura Berlakukan Lockdown Ketat Akibat Kasus Covid-19 Meningkat

Singapura terakhir kali menerapkan lockdown setahun silam, saat pandemi Covid-19 gelombang pertama menyerang negara tersebut.

Tayang:
Editor: Muhammad Zulfikar
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris memiliki mutasi pada bagian receptor-binding domain, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh manusia. 

Langkah itu dilakukan guna mengendalikan jumlah kasus Covid-19 di negara itu, demikian dikatakan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada hari Senin (10/5/2021).

Dilansir Straits Times, Tan Sri Muhyiddin mengatakan, keputusan itu diambil oleh Dewan Keamanan Nasional - badan pembuat keputusan tentang pandemi - selama pertemuan yang dipimpin olehnya pada Senin.

Langkah ini adalah lockdown besar ketiga yang diberlakukan sejak dimulainya pandemi di Malaysia.

MCO kali ini kemungkinan akan menjadi yang paling ketat sejak MCO Maret tahun lalu, ketika sebagian besar ekonomi negara itu ditutup.

Muhyiddin mengatakan kegiatan ekonomi akan terus berlanjut di seluruh negeri.

Akan tetapi, semua kegiatan sosial, acara, makan di restoran, dan perjalanan antar distrik dan antar negara dilarang.

Perjalanan melintasi jalur negara bagian dan distrik hanya diperbolehkan untuk pekerjaan, keadaan darurat, janji medis, kunjungan pasangan dan untuk janji vaksinasi.

Hanya aktivitas luar ruangan tertentu yang diizinkan, kata Muhyiddin.

Keputusan lockdown diumumkan hanya beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri yang akan dirayakan pada hari Kamis.

Baca juga: Bus Sekolah DKI Tetap Evakuasi Pasien Covid-19 Selama Libur Lebaran

Baca juga: Libur Lebaran, Pedagang Mainan di Pasar Gembrong Mengalami Penurunan Omzet Hingga 50 Persen

Baca juga: Serpong Utara Ring 1 Pengetatan Protokol Kesehatan Pasca-Temuan Kasus Virus Corona Varian India

Tiga Kali Lockdown

Lockdown pertama Malaysia untuk menangani Covid-19 berlangsung hampir dua bulan antara Maret dan Mei tahun lalu.

Malaysia disebut hampir berhasil menangani awal pandemi.

Namun adanya pemilihan majelis legislatif negara bagian Sabah pada bulan September memicu gelombang baru.

Kasus terus berlanjut selama hampir sembilan bulan kemudian.

Muhyiddin lalu memberlakukan MCO di sebagian besar negara antara Januari dan Februari tahun 2021.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved