Sidang Rizieq Shihab

5 Eks Petinggi FPI Dituntut 1,5 Tahun Penjara Kasus Kerumunan di Petamburan

Lima petinggi eks Front Pembela Islam (FPI) dituntut bersalah dalam perkara dugaan tindak pidana kekarantinaan kesehatan terkait kerumunan warga

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Lima eks petinggi Front Pembela Islam (FPI) dituntut 1,5 tahun penjara terkait kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Lima petinggi eks Front Pembela Islam (FPI) dituntut bersalah dalam perkara dugaan tindak pidana kekarantinaan kesehatan terkait kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020.

Kelimanya yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al Habsyi, dan Maman Suryadi yang jadi terdakwa dalam satu berkas perkara dituntut pidana satu tahun enam bulan penjara.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan kelima terdakwa terbukti menghasut warga datang pada kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri keempat Rizieq.

"Pidana penjara masing-masing selama satu tahun dan enam bulan dengan dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah para terdakwa tetap ditahan," kata JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/5/2021).

Tuntutan tersebut lebih rendah dibandingkan terhadap Rizieq dalam kasus sama yang juga didakwa menghasut warga sehingga menimbulkan kerumunan, yakni pidana dua tahun penjara.

Foto situasi Maulid Nabi dan Pernikahan Putri Habib Rizieq di Petamburan, Sabtu (14/11/2020).
Foto situasi Maulid Nabi dan Pernikahan Putri Habib Rizieq di Petamburan, Sabtu (14/11/2020). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Dalam tuntutannya JPU meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan pidana tambahan terhadap lima terdakwa berupa larangan aktif di Organisasi Masyarakat (Ormas).

"Berupa pencabutan hak para terdakwa memegang jabatan pada umumnya, atau jabatan tertentu, yaitu menjadi anggota dan atau pengurus organisasi kemasyarakatan selama dua tahun," ujar JPU.

Tuntutan pidana tambahan larangan aktif di Ormas terhadap lima terdakwa itu lebih rendah dibanding Rizieq dalam kasus sama, yakni larangan aktif di kegiatan Ormas selama tiga tahun.

Baca juga: Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara dan Dilarang Aktif Menjadi Anggota atau Pengurus Ormas

Persamaan tuntutan dengan Rizieq, kelima terdakwa yang ditahan di Rutan Bareskrim Polri dituntut tidak menunujukkan hal terkait FPI yang sudah dibubarkan pemerintah pada akhir tahun 2020.

"Memohon kepada Majelis Hakim supaya dalam putusan melarang melakukan kegiatan penggunaan simbol dan atribut terkait Front Pembela Islam," tutur JPU.

Di kasus Petamburan kelima terdakwa disangkakan melanggar pasal 160 KUHP tentang Penghasutan juncto Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Baca juga: Status Bekas Narapidana Perberat Tuntutan Rizieq Shihab di Kasus Kerumunan Megamendung

Pada dakwaan kedua disangkakan pasal 216 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP ke-1 KUHP, dakwaan ketiga disangkakan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sementara pada dakwaan keempat kelompok petinggi eks FPI disangkakan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menukar juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP ke-1 KUHP.

Baca juga: BREAKING NEWS: Rizieq Shihab Dituntut 10 Bulan Penjara di Kasus Kerumunan Megamendung

Pada dakwaan kelima disangkakan Pasal 82 A ayat (1) juncto Pasal 59 ayat (3) huruf c dan UU Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor Tahun 2017 Tentang Penetapan Perubahan Atas UU Nomor 17 tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan Menjadi UU, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, juncto Pasal 10 huruf b KUHP, juncto Pasal 35 ayat (1) KUHP.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved