Ingin Punya Kaktus Koboi di Rumah? Perhatikan Hal Ini Supaya Tak Mudah Busuk

Belakangan, kaktus menjadi salah satu jenis tanaman hias yang banyak dicari oleh pecinta tanaman.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Unsplash.com/Charles Deluvio
Ilustrasi kaktus koboi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Belakangan, kaktus menjadi salah satu jenis tanaman hias yang banyak dicari oleh pecinta tanaman.

Salah satu jenis kaktus yang sempat ngetren, adalah kaktus koboi yakni kaktus dengan cirikhas batangnya yang besar, dan memanjang.

Namun sebelum memutuskan untuk membelinya, sebaiknya ketahui dulu apa saja yang perlu diperhatikan dalam merawat kaktus koboi supaya tidak mudah busuk.

Baca juga: Jalan-Jalan ke Ancol juga Bisa Sambil Berburu Tanaman Hias Lho

VP Special Project Landscape di Ancol, Imam Tajudin menjelaskan bahwa kaktus sebenarnya merupakan jenis tanaman yang asalnya dari daerah yang kering dan bersuhu tinggi. Seperti gurun misalnya.

Itulah sebabnya, kenapa kaktus bisa tetap hidup didaerah yang panas.

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Tomat, Yuk Ikuti 9 Langkah Agar Tanaman Subur

Oleh sebab itu, kata Imam penyiraman menjadi salah satu faktor yang penting dalam merawat kaktus supaya tidak mudah membusuk.

"Kondisinya, tergantung pada saat kita beli. Kalau kita beli sudah lepas masa karantina perbanyakan, artinya sudah ada akarnya maka penyiramannya gak usah terlalu sering. Dia gak perlu penyiraman terlalu sering,"

"Tapi kalau yang belum ada akar, penyiramannya intervalnya lebih dijauhi lagi artinya harus lebih jarang lagi," kata Imam.

Pada dasarnya, tumbuhan kaktus tak perlu penyiraman yang terlalu sering.

Bisa 2 hari sekali, sampai seminggu sekali. Tetapi, menurut Imam sebaiknya intensitas penyiraman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman tersebut.

Baca juga: Ngabuburit dengan Berburu Tanaman Hias

Misalnya, dilihat dari lokasi dimana kaktus itu diletakan.

Untuk kaktus yang diletakan di ruangan ber AC atau indoor intensitas penyiramannya harus jauh lebih jarang dibandingkan dengan yang berada di outdoor.

"Yang dikhawatirkan, bila siram cukup 2 hari sekali. Ternyata ditaronya di ruangan ber AC. Otomatis, siramnya harusnya jangan terlalu sering. Jika disiram seminggu sekali, eh ternyata ditaronya di teras rumah, kan penguapannya tinggi. Jadi penyiraman harusnya sesuai kebutuhan," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved