Breaking News:

DPRD DKI Bakal Panggil Ratusan ASN yang Ogah Ikut Lelang Jabatan

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi pun menggulirkan wacana bakal membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki persoalan yang terjadi.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi saat ditemui di gedung DPRD DKI, Senin (15/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kasus ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) DKI ogah ikut lelang jabatan pejabatan eselon II berbuntut panjang. 

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi pun menggulirkan wacana bakal membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki persoalan yang terjadi.

"Kami akan bentuk pansus untuk menyelesaikan persoalan ASN yang enggan ikut peremajaan jabatan ini," ucapnya, Kamis (27/5/2021).

Nantinya, pansus ini bakal memanggil 239 ASN yang kemarin ogah mengikuti lelang jabatan.

Ratusan ASN ini bakal dimintai keterangan soal motif dan latar belakang mereka tak mau ikut lelang jabatan untuk mengisi 17 posisi eselon II di Pemprov DKI.

"ASN itu abdi negara, mereka wajib bekerja profesional dan karirnya berjenjang secara rigid sesuai UU, apalagi gaji ASN Jakarta paling tinggi se-nasional," ujarnya.

Untuk itu, Prasetyo mengaku merasakan adanya kejanggalan lantaran banyak ASN yang justru tak mau naik jabatan.

"Jadi, aneh rasanya apabila mereka menolak berkarir di sini. Belum ada kasus ASN menolak ikut peremajaan, baik di Jakarta, bahkan di Indonesia," tuturnya.

Kemudian, pansus yang dibentuk juga nantinya bakal memanggil para pakar dan ahli dari instansi terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpar RB), Korpri, KASN, BKN, termasuk akademisi untuk memberi masukan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved