Breaking News:

Polres Tangsel Bongkar Jaringan Narkoba Antar Provinsi, Dikendalikan dari Lapas Gunung Sindur

Aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu dan ganja antar provinsi bahkan lintas pulau.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Konferensi pers terkait pembongkaran jaringan narkoba, dilaksankan di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Kamis (27/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu dan ganja antar provinsi bahkan lintas pulau.

Jaringan besar barang haram itu dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Kabupaten Tangerang

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin, mengatakan, pengedar dan pemakai yang ditangkap aparat dari jaringan itu sebanyak delapan orang, IR, RL, RN, AA, PC, F, AY dan R.

Baca juga: Oknum Polisi Berpangkat Bripka Teler Saat Digerebek Sewaktu Pesta Sabu di Vila

Dari kedelapan tersangka, diamankan sebanyak 2,6 kilogram sabu dan 140 kilogram ganja.

"Satuan Narkoba krim juga berhasil mengamankan tersangka juga dan barang buktinya yang saat ini dalam proses penyidikan Polres Tangerang Selatan," ujar Iman dalam konferensi pers di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Kamis (27/5/2021).

Sementara, Kasat Narkoba Polres Tangsel, Iptu Yulius Qiuli, menjelaskan, sabu dan ganja itu berasal dari wilayah Sumatera.

Baca juga: Manfaatkan Momen Idulfitri, Bandar Narkoba Selundupkan 180 Gram Sabu di Tangerang

Baca juga: Simpan Ratusan Gram Ganja di Balik Bantal, Pengedar Narkoba di Bekasi Ditangkap Setelah Transaksi

Dedarkan ke wilayah Jabodetabek melalui jalur darat oleh kurir.

"Lewat darat, yang kami dapatkan dari Medan, Palembang, Lampung, dan barang itu akan masuk ke jakarta, setelah masuk Jakarta akan disebar lagi di Jabodetabek," ujar Yulius pada kesempatan yang sama.

Selama satu tahun, narkoba jumlah besar itu diedarkan lewat kendali penuh dari Lapas Gunung Sindur

"Untuk lapas yang kami dapatkan dari Lapas Gunung Sindur," ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka diterapkan pasal 111 dan 112, 114 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan  ancaman pidana minimal enam tahun penjara dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved