Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Rizieq Shihab Divonis Denda Rp 20 Juta Dalam Kasus Kerumunan Megamendung

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Suparman Nyompa mengatakan Rizieq bersalah atas kerumunan saat peletakan batu pertama

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rizieq Shihab saat membacakan pleidoi sebagai terdakwa kasus kerumunan Megamendung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan Rizieq Shihab bersalah melakukan tindak pidana kekarantinaan kesehatan dalam kasus kerumunan warga di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor pada 13 November 2020.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Suparman Nyompa mengatakan Rizieq bersalah atas kerumunan saat peletakan batu pertama pembangunan di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah.

Kerumunan sekitar 3.000 warga yang dilaporkan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor itu dinyatakan melanggar pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Menjatuhkan pidana denda sejumlah Rp 20 juta rupiah, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 5 bulan," kata Suparman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021).

Putusan Majelis Hakim diketuai Suparman, dengan anggota M. Djohan Arifin, dan Agam Syarief Baharudin ini berdasar pertimbangan fakta yang terungkap selama sidang kasus Megamendung.

Hal memberatkan putusan di antaranya kerumunan warga di Megamendung bertentangan dengan upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19, berisiko memengaruhi penularan meluas.

Putusan Majelis Hakim ini lebih rendah dibanding tuntutan JPU yang meminta Rizieq dihukum pidana penjara selama 10 bulan dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

"Atas putusan ini saudara terdakwa dan penuntut umum memiliki hak yang sama menerima putusan atau menyatakan pikir-pikir, dalam waktu tujuh hari," ujarnya.

Atas putusan itu tim kuasa hukum Rizieq dan JPU sama-sama menyatakan menggunakan waktu mereka selama tujuh hari untuk pikir-pikir sebelum menentukan sikap mengambil langkah hukum banding atau menerima putusan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved