Pembelajaran Tatap Muka

Disdik Kota Bekasi Setop Sementara Penambahan Jumlah Sekolah Tatap Muka, Ini Alasannya

Dinas Pendidikan Kota Bekasi setop sementara penambahan atau perluasan sekolah tatap muka, hal ini menyusul peningkatan jumlah kasus sebaran Covid-19

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kegiatan pembelajaran tatap muka di SMPN 2 Kota Bekasi yang sudah berjalan sejak, 22 Maret 2021 - Dinas Pendidikan Kota Bekasi setop sementara penambahan atau perluasan sekolah tatap muka, hal ini menyusul peningkatan jumlah kasus sebaran Covid-19 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi setop sementara penambahan atau perluasan sekolah tatap muka, hal ini menyusul peningkatan jumlah kasus sebaran Covid-19.

"Berdasarkan evaluasi, kami dari Disdik belum akan menambah atau memperluas (jumlah sekolah tatap muka," kata Kepala Disdik Kota Bekasi Inayatullah, Jumat (28/5/2021).

Dia menjelaskan, sejauh ini sudah ada 220 sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka. Program ini selanjutnya disebut Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB-SP).

"Jumlah sekolah tingkat SD dan SMP yang telah menggelar pembelajaran ATHB-SP saat ini sebanyak 220 sekolah," jelas pria yang akrab disapa Inay.

Alasan disetopnya perluasan sekolah menggelar ATHB-SP lanjut Inay, tidak karena sebaran kasus Covid-19 di Kota Bekasi mengalami peningkatan pasca-lebaran.

Suasana simulasi belajar tatap muka di SMPN 2 Kota Bekasi, Senin, (3/8/2020).
Suasana simulasi belajar tatap muka di SMPN 2 Kota Bekasi, Senin, (3/8/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Saat ini kami akan lebih fokus terhadap pengetatan pengawasan terkait penerapan prokes di sekolah yang sudah diizinkan untuk menggelar ATHB-SP,” jelasnya.

Berdasarkan data hasil evaluasi Satgas Covid-19 Kota Bekasi per tanggal 21 Mei 2021, terdapat 263 orang kasus anak terpapar Covid-19.

Baca juga: Daftar Skuad Timnas Belanda di Euro 2020:Van Dijk Absen, Bintang Barcelona & Man United Jadi Tumpuan

Baca juga: Rizieq Shihab Akan Jalani Sidang Tuntutan Kasus RS Ummi Bogor Pekan Depan

Baca juga: Liga 1 Belum Bisa Digelar, Polri Masih Belum Kasih Rekomendasi Izin, Menpora: Tinggal Menunggu Waktu

Namun secara kumulatif, kasus sebaran Covid-19 di Kota Bekasi masih didominasi usia produktif sebesar 68,7 persen, kasus anak 19,9 persen dan lansia 11,3 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Dezy Syukrawati mengatakan, kasus anak terpapar Covid-19 disebabkan penularan dari klaster keluarga.

"Kalau anak pasti kena dari keluarga, tentunya ini harus menjadi kewaspadaan semua pihak," kata Dezy, Selasa (25/5/2021).

Termasuk kata dia, perluasan sekolah tatap muka. Data hasil evaluasi tentu saja menjadi bahan pertimbangan untuk Pemkot Bekasi menambahkan jumlah sekolah yang melaksanakan kegiatan tersebut.

"Pasti jadi pertimbangan, tapi untuk saat ini tadi dari kita menyarankan bahwa tatap muka di Kota Bekasi itu tidak usah dulu ditambah sekolahnya," terang Dezy.

Meski begitu lanjut dia, sejak kebijakan pembelajaran tatap muka berjalan, belum ditemukan adanya klaster baru penularan dari lingkungan sekolah.

"Sambil melihat perkembangan kasus secara keseluruhan, untuk sekolah yang sudah diizinkan pembelajaran tatap mukan tentu saja kalau ditemukan kasus baru akan diistirahatkan dulu," terang dia.

Baca juga: Liga 1 Belum Bisa Digelar, Polri Masih Belum Kasih Rekomendasi Izin, Menpora: Tinggal Menunggu Waktu

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved