Polemik Pensiun Dini Garuda Indonesia, Serikat Karyawan Bakal Minta Bantuan Presiden Jokowi
Serikat Bersama PT Garuda Indonesia berencana meminta bantuan Presiden Indonesia, Joko Widodo soal polemik yang ada di maskapai nasional tersebut.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Serikat Bersama PT Garuda Indonesia berencana meminta bantuan Presiden Indonesia, Joko Widodo soal polemik yang ada di maskapai nasional tersebut.
Koordinator Serikat Bersama Sekarga PT Garuda Indonesia Bersatu, Tomy Tampatty menjelaskan selain Presiden, pihaknya juga akan menemui beberapa pihaknya kementerian.
"Nanti kami juga akan meminta bantuan dari pak Presiden Jokowi, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan DPR," jelas Tomy di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (28/5/2021).
Hal ini dilakukan untuk meminta bantuan dan dukungan atas polemik yang terjadi di Garua Indonesia.
Mulai dari kerugian yang diderita Garuda Indonesia hingga tawaran program pensiun dini yang dilakukan managemen Garua Indonesia kepada karyawannya.
Menurut Tomy, pekan depan pihaknya akan ke Istana Presiden langsung untuk bertemu Jokowi.
"Minggu depan, nanti kita ke Istana Presiden langsung. Hanya beberapa saja perwakilan dari Sekber," kata Tomy.
Terlebih, Tomy berharap bila Presiden Jokowi memiliki alternatif pilihan cara untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di Garuda Indonesia.
Karyawan berharap, opsi tersebut jadi solusi penyelamatan Garuda Indonesia.
Diberitakan sebelumnya, Belakangan beredar informasi kalau manajemen PT Garuda Indonesia menawarkan program pensiun dini (Pendi) kepada ribuan karyawannya termasuk pilot.
Menanggapi hal tersebut, Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) membuat sebuah keputusan yang dideklarasikan di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (28/5/2021) siang.
Baca juga: Orangtua Korban Persetubuhan Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Tolak Rencana Pernikahan
Baca juga: Komplotan Maling Curi Dua Motor Sekaligus di Pesanggrahan Jakarta Selatan
Baca juga: Helikopter yang Jatuh di Danau Buperta Depok Sedang Latihan, Pelatih dan Siswa Selamat
Tomy Tampatty mengatakan kalau pihaknya tidak menerima dan tidak menolak segala keputusan di atas.
"Bahwa kami memahami Program pensiun dini yang ditawarkan kepada seluruh karyawan, namun kami dalam posisi tidak menerima atau tidak menolak program tersebut," kata Tomy.
Ia meneruskan pihaknya akan terus memantau perkembangan dari program Pensiun Dini tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/koordinator-serikat-bersama-sekarga-pt-garuda-indonesia-bersatu-tomy-tampatty.jpg)