4 Fakta Menarik di Balik Skincare Lokal, Tetap Bikin Glowing Tanpa Kantong Kempes

Skincare enthusiast, Danang Wisnu, mengungkapkan, meski lebih sering berada di rumah, merawat kulit memang tetap perlu dilakukan.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Freepik
Ilustrasi Perawatan Kulit 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pandemi membuat kita ragu untuk pergi ke salon kecantikan, meski banyak yang sudah beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat.

Namun, karena punya lebih banyak waktu luang saat #dirumahaja, orang jadi rajin belanja produk perawatan tubuh dan rambut melalui online dan melakukan perawatan sendiri di rumah.

Skincare enthusiast, Danang Wisnu, mengungkapkan, meski lebih sering berada di rumah, merawat kulit memang tetap perlu dilakukan.

“Paling tidak, jangan skip perawatan yang basic, yaitu membersihkan, melembabkan, dan melindungi. Sekalipun berada di rumah, kulit kita tetap bisa terpapar debu dan sinar matahari, dan bisa menjadi kering, apalagi terus-menerus berada di ruangan berpendingin udara,” kata Danang dalam keterangannya pada Senin (31/5).

Produk kecantikan dan perawatan kulit yang sedang digemari oleh konsumen di sejumlah negara Asia adalah produk yang mengandung bahan alami dan diproduksi secara sustainable atau berkelanjutan.

Berdasarkan temuan Lingkar Temu Kabupaten Lestari, pada 2020 di Cina permintaan akan produk perawatan kulit berbahan alami atau produk organik terbilang tinggi dan konsumen di Korea Selatan memilih produk berkelanjutan, tidak membahayakan, dan tidak membunuh hewan dalam proses pembuatannya.

Sementara itu, konsumen Jepang lebih memilih produk berkualitas tinggi dan berteknologi canggih. Kesadaran mereka akan kesehatan dan keberlanjutan meningkatkan pertumbuhan produk kecantikan alami dan organik.

Nelson Pomalingo, Bupati Gorontalo sekaligus Ketua Program Pengembangan Bisnis Lestari, Lingkar Temu Kabupaten Lestari, menguraikan, karena berbasis potensi alam, berarti lingkungan yang menghasilkan itu harus dijaga, kualitas tanah dan air harus optimal.

Baca juga: Sistem Penilaian Jalur Mandiri Simak UI 2021, Skor UTBK Pengaruhi Hasil Seleksi? Ini Jawabannya

“Jika tidak, kualitas produk akan menurun. Kini sustainability yang terkait lingkungan telah menjadi indikator pasar secara global.  Kalau tidak menjadi perhatian kita, bisa saja produk kita bagus tapi tidak diminati oleh pasar," terangnya.

Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) adalah asosiasi pemerintah kabupaten yang bertujuan mewujudkan target nasional untuk pembangunan berkelanjutan, salah satunya lewat pengembangan produk lokal yang ramah lingkungan dan ramah sosial. 

Bicara soal produk ramah lingkungan, produk lokal sudah pasti lebih ramah lingkungan daripada produk impor, karena jalur distribusinya pendek, tidak menghasilkan terlalu banyak emisi karbon yang berpotensi menyebabkan krisis iklim.

Demi mendukung program pemerintah untuk bangga produk Indonesia, bagaimana jika mulai sekarang kita juga membeli produk skincare lokal?

Sudah terbukti, skincare lokal bikin happy dan pasti glowing.

Berikut fakta menarik skincare lokal:

Baca juga: Rekrutmen CASN Sekolah Kedinasan Dimulai Hari Ini, Catat Kisi-kisi Materi Soalnya

1. Cocok untuk kulit orang Indonesia

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved