Breaking News:

Sindikat Narkoba Pekerjakan Remaja Jadi Peracik Tembakau Sintetis, Upahnya Rp 3 Juta Seminggu

Sindikat narkoba di Kabupaten Bogor, Jawa Barat mempekerjakan sejumlah remaja untuk memproduksi dan mengedarkan tembakau sintetis.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Barang bukti ribuan paket tembakau sintetis yang ditampilkan saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Sindikat narkoba di Kabupaten Bogor, Jawa Barat mempekerjakan sejumlah remaja untuk memproduksi dan mengedarkan tembakau sintetis.

Setidaknya ada sembilan remaja yang direkrut dan dipekerjakan untuk menjadi peracik, penjual, hingga kurir tembakai sintetis.

"Mereka direkrut satu-satu. Kan tadi saya bilang ada pengendali marketnya, ada pengendali produksi, kemudian ada kurir. Ini rekrutan mereka masing-masing," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat merilis kasus ini di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Sindikat Narkoba di Bogor Produksi 20 Kg Tembakau Sintetis Per Hari, Raup Rp 240 Juta Dalam 24 Jam

Yusri mengungkapkan, rata-rata remaja yang direkrut oleh sindikat narkoba ini baru berusia 20 hingga 24 tahun.

"Indikasinya rata-rata umur 20 tahun ke atas, ini yang paling tua baru 24 tahun," ujar dia.

Ia mengungkapkan, remaja-remaja itu mendapatkan bayaran yang cukup besar. Nominalnya hingga jutaan Rupiah untuk satu pekan bekerja.

"Yang produksi atau yang masaknya ini dapat Rp 3 juta seminggu. Kurirnya Rp 2 juta," ujar dia.

Sindikat narkoba ini tidak hanya memanfaatkan media sosial untuk mengedarkan tembakau sintetis racikannya.

Konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti 185 Kg tembakau sintetis di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021).
Konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti 185 Kg tembakau sintetis di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021). (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

Mereka juga menggunakan media sosial untuk mempelajari cara membuat tembakau sintetis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved