Penggandaan Uang di Bekasi

Penangguhan Penahanan Dikabulkan, Ustaz Gondrong Pengganda Uang di Bekasi Dibebaskan

Herman (41), Ustaz Gondrong pengganda uang di Bekasi yang sempat viral dibebaskan pihak kepolisian.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kuasa hukum Ustaz Herman Gondrong, Ferdinand saat dijumpai di kantor LBH Ampera, Kota Bekasi, Selasa (1/6/2021).  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Herman (41), Ustaz Gondrong pengganda uang di Bekasi yang sempat viral dibebaskan pihak kepolisian.

Hal ini disampaikan Kuasa Hukum Herman bernama Ferdinand saat dikonfirmasi, TribunJakarta.com, Selasa (1/6/2021).

"Si Ustaz Gondrong nya sudah dikabulkan penangguhan penahananya, sudah dibebaskan tadi malam (Senin, 31/5/2021)," kata Ferdinand.

Herman lanjut dia, dibebaskan oleh pihak kepolisian, dia dipulangkan ke rumah orangtuanya dan saat ini berada di kediaman mertua daerah Babelan.

"Tadi malam dia diantar ke rumah, jadi sudah bebas saat ini," terang Ferdinand.

Sebagai kuasa hukum, Ferdinand belum mengetahui secara jelas alasan pihak kepolisian melakukan penangguhan penahanan atas kliennya.

Baca juga: Sepak Terjang Pria Gondrong Pemukul Polisi Saat Razia Masker, Sempat Dibui 6 Bulan Gegara Kasus Ini

Baca juga: Nasib Terkini Herman Gondrong, 4 Pasien Laporkan ke Polisi karena Beli Jimat dan Jamu Tidak Ampuh

Tapi yang pasti, penangguhan penahanan berkaitan dengan upaya praperadilan yang tengah diajukan kuasa hukum terhadap penanganan kasus Herman.

"Kalau ditanya alasan tertentu permohonan praperadilan ini kan supaya tersangka Ustaz Gondrong ini dimerdekakan," ucap Ferdinand.

"Kemudian barang-barang yang disita dikembalikan, jadi menurut analisa kami penangkapan, penahanan, dan penyelidikan kasus ini dilakukan secara inkonstitusional makanya diajukan praperadilan," tambahnya.

Adapun gugatan praperadilan diajukan di Pengadilan Negeri Cikarang, nomor perkara 3/Pid.Pra/2021/PN Ckr, sidang perdana telah berlangsung pada, Kamis (27/5/2021).

Termohon dalam gugatan tersebut diantaranya Kapolres Metro Bekasi sebagai termohon I dan Kapolsek Babelan sebagai Termohon II.

Sidang perdana praperadilan sudah digelar tanpa dihadiri termohon I dan II, proses kemudian ditunda hingga 8 Juni 2021 mendatang.

Seperti yang diketahui, Kepolisian Resort Metro Bekasi lebih dulu menetapkan pria berjuluk Ustaz Gondrong atas kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved