Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Ini Alasan Rizieq Shihab Tidak Ajukan Banding di Perkara Kerumunan Megamendung

Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan alasan pihaknya tidak banding vonis kerumunan di Megamendung

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
POOL / REPUBLIKA / RAISAN AL FARISI
Ilustrasi. Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan alasan pihaknya tidak banding vonis kerumunan di Megamendung 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Rizieq Shihab dan tim kuasa hukumnya tidak mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam perkara kerumunan Megamendung.

Meski dalam sidang putusan pada Kamis (27/5/2021) Rizieq divonis bersalah dalam dua perkara kerumunan, yakni atas kasus di Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya hanya mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim dalam perkara kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Didasarkan karena menggunakan pasal yang sama, peristiwa yang serupa, dengan majelis hakim yang sama namun menghasilkan disparitas (perbedaan) putusan," kata Aziz dalam keterangannya di Jakarta Timur, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: Rizieq Shihab Tidak Ajukan Banding Vonis Perkara Kerumunan Megamendung

Pasal sama dimaksud pada perkara kerumunan di Petamburan dan Megamendung Rizieq divonis terbukti melanggar pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Bahwa Rizieq bersalah atas kerumunan sekitar 5.000 warga saat kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri keempatnya di Jalan KS Tubun, Kelurahan Petamburan pada 14 November 2020 lalu.

Pun atas kerumunan sekitar 3.000 warga saat kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah pada 13 November 2020.

Baca juga: Kubu Rizieq Shihab Siapkan Bukti Baru di Sidang Banding di Perkara Kerumunan

Bedanya pada perkara kerumunan warga di Petamburan Rizieq divonis delapan bulan pidana penjara, sementara pada perkara kerumunan Megamendung divonis hukuman denda Rp 20 juta.

Putusan tersebut dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur sama yang diketuai Suparman Nyompa dengan anggota M. Djohan Arifin, dan Agam Syarief Baharudin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved