Menkes Tanggapi Korupsi Masker di Dinkes Banten, Budi Gunadi: Dosanya Gede Banget

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin angkat bicara terkait dugaan korupsi pengadaan masker KN95 yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan Banten

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Intermark Serpong, Tangsel, Rabu (2/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin angkat bicara terkait dugaan korupsi pengadaan masker KN95 yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dan pihak swasta.

Budi sangat manyesali praktik rasuah itu yang dilakukan di tengah bencana.

Terlebih, objek korupsinya merupakan alat yang sangat dibutuhkan para tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19.

Budi berharap, disaat pandemi yang kasus penularannya tengah melonjak ini para pejabat Dinkes harus kompak dan saling membantu masyarakat.

"Aduh, jangan deh, aku bilang ke teman-teman Dinkes pesannya inikan lagi bencana gini, sudah kita berbuat baik bagi sesama deh," ujar Budi usai menghadiri vaksinasi di kawasan Intermark, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (2/6/2021).

Bahkan, bukan lagi mengingatkan tentang konsekuensi hukum dari kejahatan luar biasa tersebut, Budi mengingatkan tentang ganjaran dosa yang sangat besar.

"Enggak usah yang kaya gitu-gitu nanti dosa. Enggak takut dosanya gede banget gitu ya," ujar Budi.

Sementara, terkait 20 pegawai Dinkes Banten yang mengundurkan diri imbas kasus korupsi itu, Budi enggan menanggapi.

"Dinkes itu di bawah Pemda ya, bukan di Kementerian Kesehatan," pungkas Budi.

Mengutip TribunBanten.com, Kejaksaan Tinggi Banten menetapkan tersangka dan menahan tiga orang yang diduga melakukan korupsi dalam pengadaan 15.000 masker Covid-19 jenis KN95 senilai Rp 3,3 miliar pada Dinkes Provinsi Banten Tahun 2020, Kamis (27/5/2021).

Ketiga tersangka itu yakni AS dan WF dari pihak swasta atau penyedia masker serta LS selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinkes Provinsi Banten.

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten Asep Mulyana mengatakan pihaknya melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan mengulangi perbuatannya.

"Pada sore hari ini kami dari tim penyidik Kejaksaan Tinggi Banten, telah melakukan upaya paksa penahanan terhadap tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi masker KN-95 berdasarkan hasil temuan penyidik," ujar Asep.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved