Pamit ke Suami Beli Susu Tahunya Temui Teman Kencan Tagih Bayaran, Nasib Pilu Mama Muda Dimutilasi
Pamit ke suami hendak membeli susu untuk anaknya, ternyata malah menemui teman kencannya untuk menagih bayaran.
TRIBUNJAKARTA.COM, BANJARMASIN - Pamit ke suami hendak membeli susu untuk anaknya, ternyata malah menemui teman kencannya untuk menagih bayaran.
Hal itu yang dilakukan seorang mama muda bernama Rahmah (34) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang jadi korban mutilasi dan jasadnya sempat dibakar pelaku.
Keterangan tersebut bila mengacu dari penuturan suami korban dan pengakuan pelaku yang lebih dulu dibekuk.
Yogi hidayat (23) selaku suami korban mengatakan, pada Selasa (1/6/2021) malam sekira pukul 21.00 WITA, istrinya meminta izin keluar rumah dengan alasan ingin membeli susu untuk anak mereka.
Namun setelah beberapa lama, istrinya tersebut tak kunjung datang, hingga akhirnya ia mengetahui istrinya tewas mengenaskan setelah melihat berita di media sosial keesokan harinya.
"Kakak sepupu saya yang mengabarkan, karena melihat pakaian di media sosial mirip milik istri saya," jelasnya pada Rabu (2/6/2021) seperti dikutip TribunJakarta.com dari Banjarmasin Post.
Baca juga: Sudah Mutilasi dan Makan Jasad 30 Wanita Selama 20 Tahun, Lansia Santai Saja Saat Ditangkap
Sementara itu pengakuan versi pelaku Heri Purwanto alias HP (40) yang telah dibekuk mengaku dia bertemu korban di malam tersebut.
Informasi yang dihimpun, pelaku tega membunuh korban secara sadis lantaran emosi dengan rongrongan korban.
Pasalnya, pelaku mengaku emosi kepada korban yang terus meminta uang dengan jumlah yang lebih besar dibanding yang disepakati sebelumnya yaitu sebesar Rp 300 ribu sekali kencan.
Karenanya, pelaku yang sudah dalam kondisi jengkel mengajak korban ke rumah kosong dengan alasan untuk mengambil uang yang diminta korban.
Baca juga: Pecah Rekor Pembunuhan Berantai, Lansia Sudah Mutilasi dan Makan Jasad 30 Wanita Selama 20 Tahun
Baca juga: Pria yang Tubuhnya Jatuh Terbagi Dua di Apartemen Ambasador Bukan Korban Mutilasi, Tapi Bunuh Diri
Baca juga: Sama-sama Bukan Korban Mutilasi, Ini Beda Dugaan Temuan Potongan Tubuh di Tangsel dan Setiabudi
Namun setibanya di rumah kosong tersebut, tersangka justru tega menggorok leher korban hingga putus.
Tak sampai di situ, tersangka juga berupaya menghilangkan jejak pembunuhan sadisnya dengan mencoba membakar jasad korban.
"Iya pengakuan awal dari pelaku begitu. Cuma untuk lebih jelas akan disampaikan pada pers rilis di Polresta Banjarmasin," kata Kanit 2/Opsnal Subdit 3/Jatanras Polda Kalsel AKP Gita Suhandi dihubungi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (2/6/2021) sore.

Akui Dilukai Pria Lain
Beberapa hari sebelum ditemukan tewas mengenaskan menjadi korban mutilasi, suami korban, Yogi Hidayat mengaku bahwa istrinya pernah ribut dengan seseorang.
Yogi juga mengungkapkan, istrinya tersebut terlihat murung dalam beberapa hari terakhir, setelah istrinya mengaku dilukai oleh laki-laki yang tidak dikenal.
"Ada kemarin cerita berkelahi dengan laki-laki.
Tapi tidak tahi siapa dan gara-gara apa. Gara-gara itu istri saya mengalami luka di bagian kaki," kata dia yang tak mengira istrinya akan tewas secara tragis.
Sementara itu, pelaku HP usai memutilasi korban kabur menggunakan sepeda motor milik korban yang telah dilepas plat nomor polisinya.
AKP Gita menyebut, sepeda motor korban yang dibawa lari pelaku menjadi salah satu petunjuk awal bagi Polisi dapat memetakan dan meringkus tersangka hanya beberapa jam setelah kejadian pembunuhan terjadi.

Dimana di lokasi kejadian pembunuhan, petugas menemukan plat nomor polisi sepeda motor milik korban yang telah dilepas tersangka.
Tersangka dibekuk tim gabungan saat berusaha kabur di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut beberapa jam usai potongan tubuh korban ditemukan di sebuah rumah kosong di Jalan Belitung Laut, Gang Keluarga, Kota Banjarmasin.
"Tersangka ini mengaku sempat ke tempat temannya dan cerita bahwa melakukan tindakan itu.
Temannya panik takut diduga terlibat lalu pelaku disuruh pergi. Sampai akhirnya ditangkap di bengkel di kawasan Bati-Bati," kata AKP Gita.
Pelaku kini sudah dibawa ke Polsek Banjarmasin Barat untuk menjalani proses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ditemukan di rumah Kosong
Warga di Jalan Belitung Darat Gang Keluarga RT 7 RT 1 Kelurahan Belitung Selatan, Banjarmasin Barat digegerkan dengan penemuan mayat tanpa kepala di sebuah rumah kosong yang akan dijual pada Rabu (2/6/2021) sekitar pukul 06.00 Wita.
Kemudian kepala mayat berjenis kelamin perempuan tersebut juga ditemukan di sekitar lokasi di luar rumah.
Dari saksi yang pertama kali menemukan, Indra Kurniawan (18) ia melihat tubuh perempuan itu juga tanpa pakaian.
Bagian tangan kiri dan sebagian dadanya terbakar.
"Di dalam juga terlihat ada pakaian dalam yang diduga milik korban," ucap Indra.
Saat ini pihak kepolisian termasuk Kapolresta Banjarmasin sudah berada di tempat kejadian untuk proses pengevakuasian mayat.

Tetangga Terkejut
Kasus mutilasi yang menewaskan Rahmah dan dilakukan oleh HP membuat tetangga pelaku terkejut.
RD, salah satu tetangga pelaku mengaku baru saja ia berpapasan dengan HP sebelum mengetahui bahwa HP adalah pelaku mutilasi sadis tersebut.
"Baru pagi tadi berpapasan, kira-kira pukul 08.00 wita, saya lihat dia jalan kaki sendiri," katanya.
Dijelaskannya, pelaku sehari-sehari memang terlihat memiliki gangguan jiwa, sebab sering teriak-teriak sendirian di posko jaga malam.
"Siang, sore, malam kalau liat televisi bisa teriak-teriak sendiri dia," ucapnya.
Diungkapka RD, HP sebelumnya sempat berpindah ke Kota Jakarta, dan baru sekira tahun 2014 tadi kembali ke Banjarmasin.
Tak sempat lama, kemudian Ari harus menjalani hukuman penjara, karena kasus narkoba.
"Dia pernah masuk penjara gegara kasus narkoba, kalau tidak salah hukumannya lima tahun," jelasnya.
Artikel ini disarikan dari BanjarmasinPost.co.id dengan topik Mayat Mutilasi di Banjarmasin