Breaking News:

Cara Atasi Jerawat Akibat Penggunaan Masker, Yuk Perhatikan Kesehatan Kulitmu!

Jerawat akibat penggunaan masker biasa dikenal maskne terbentuk di area wajah yang tertutupi oleh masker seperti dagu atau pipi bagian bawah.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Shutterstock via Kompas
Ilustrasi perawatan wajah 

"Kalau pengobatannya benar dan  dilaksanakan dengan disiplin, biasanya jumlah jerawat semakin sedikit. Kalau jerawat baru masih muncul  sebelum atau sesaat menstruasi, berarti masih sakit dan masih harus terus ditangani," imbuh dr Aryani.

Baca juga: Hari Ini Terakhir Prapendaftaran PPDB DKI Jakarta 2021, Simak Cara dan Alur Untuk Mengikutinya

Untuk mendapatkan  kulit wajah yang sehat, yang benar-benar sembuh dari jerawat, pasien perlu disiplin dalam melakukan  perawatan kulit, termasuk membersihkan wajah secara teratur dan menggunakan produk perawatan yang  direkomendasikan secara dermatologis.

Tidak hanya itu, sangat penting bagi pasien untuk disiplin dalam  menjaga kesehatan kulitnya.

Perawatan Dermatologis

Untuk mengatasi permasalahan jerawat, salah satu brand ternama, La Roche Posay kini secara resmi hadir di Indonesia.

"Kami berkomitmen  menghadirkan opsi perawatan kulit yang bekerja sama dengan para dermatologis Indonesia yang tepat untuk meraih life-changing dermatology dan mengubah kehidupan banyak orang,” jelas Silvia Yohana,  General Manager, Active Cosmetics Division, L’Oréal Indonesia.

La Roche Posay telah melakukan lebih dari 600 studi klinis  pada 100.000 pasien, dari bayi baru lahir hingga yang berusia 104 tahun, dari etnis yang berbeda dan  berbagai patologi kulit, seperti jerawat, alergi kulit, eksim, dalam perawatan kanker, luka, perawatan pascaestetika.  

Baca juga: Simak Harga iPhone Terbaru Juni 2021, iPhone 12 Pro Max Mulai dari Rp 19 Jutaan

“Kesehatan kulit sangat dipengaruhi oleh mikrobioma yang seimbang, karena bisa membantu menjaga,  mengatur, dan memperbaiki kulit," terang Audrey Gueniche PharmD PhD, Senior Clinical Expert, L’Oréal Research and Innovation.

Mikrobioma kulit adalah komunitas mikroorganisme yang tidak terlihat,  termasuk bakteri, yang ditemukan di permukaan kulit.

Mikrobioma ini bertindak sebagai pertahanan dan  pelindung alami dengan membentuk perisai tak terlihat terhadap penyerang eksternal.

"Sejak 2011, kami  sudah mendalami microbiome science dan selain itu menghasilkan 13 publikasi serta 19 studi klinis  menggunakan Aqua Posae Filiformis, sebuah inovasi dermatologis yang bisa membantu memperbaiki  fungsi perlindungi kulit, membantu regenerasi kulit, meningkatkan sistem perlindungan alami kulit, dan  bersifat menenangkan," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved