Dianggap Jadi Biang Gangguan PPDB DKI Jakarta, Begini Tanggapan Pihak Telkom: Kami Standby 7x24 Jam

Vice President Corporate Communication Telkom Pujo Purnomo sebut Telkom mendukung maksimal proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB DKI Jakarta.

Editor: Suharno
TribunJakarta.com/Bima Putra
Orangtua murid yang datang ke posko pelayanan PPDB Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur di SMPN 103, Pasar Rebo, Selasa (8/6/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Telkom memberikan tanggapan karena dituding jadi biang gangguan proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB DKI Jakarta.

Vice President Corporate Communication Telkom Pujo Purnomo mengatakan Telkom akan memaksimalkan upaya untuk mendukung proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB DKI Jakarta.

Dia mengatakan akan melakukan optimalisasi sistem agar proses pendaftaran tetap berjalan dengan baik.

"Telkom akan berupaya penuh agar PPDB DKI Jakarta ini dapat sukses sehingga orang tua dan calon siswa dapat mendaftar di sekolah yang diinginkan," ujar Pujo melalui keterangan tertulis, Rabu (9/6/2021).

"Kami akan secara optimal memastikan hal tersebut dengan mempersiapkan tim yang standby 7x24 jam," sambungnya.

Baca juga: Catat Lokasi Posko Pengaduan PPDB DKI Jakarta 2021 Bila Ada Kendala Saat Pendafataran

Pujo juga menjelaskan, kendala teknis pelaksanaan PPDB Jakarta sudah teridentifikasi dengan baik.

Masalah terjadi akibat dampak sinkronisasi antar aplikasi beberapa pihak sudah dijalani dengan cepat.

Dia mengatakan, tercatat sebanyak lebih dari 230.000 peserta yang sudah memperoleh akun pendaftaran setelah dilakukan perbaikan.

Jumlah tersebut 75 persen dari pendaftar yang diantisipasi mencapai 300.000.

"Hal ini menunjukkan bahwa sistem sudah teratasi dan berjalan dengan baik yang sejak awal telah didukung dengan penyiapan bandwidth yang sangat mencukupi," kata Pujo.

Baca juga: Wagub DKI Jakarta: Pendaftar PPDB Melebihi Daya Tampung Sekolah

Adapun sebelumnya, Ketua Ombudsman Jakarta Raya Teguh Nugroho mendapat temuan kesalahan pelayanan Telkom dalam proses PPDB Jakarta 2021.

"BUMN tersebut salah memperhitungkan kemampuan server dan bandwithnya sehingga mengganggu pelayanan pendaftaran hari pertama jenjang SD, SMP dan SMA," kata Teguh dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Teguh mengatakan, kesalahan PT Telkom tersebut membuat sistem pendaftaran PPDB yang dinamis harus kembali menjadi sistem statis.

Sistem yang berubah menjadi statis mengakibatkan pendaftar tidak bisa mengubah data yang sudah diinput sebelumnya.

Sehingga apabila kesalahan input data, pendaftar diminta untuk mengubah di posko-posko PPDB terdekat dan memungkinkan terjadi kerumunan massa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved