Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Demi Sekolah Tatap Muka, Guru di Tangsel Diminta Proaktif ke Puskesmas untuk Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kota Tangsel menyiapkan segala sesuatunya agar siswa bisa belajar di kelas dengan nyaman.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Sesuai arahan pemerintah pusat, sekolah tatap muka akan digelar mulai tahun ajaran baru 2021 atau tepatnya pada Juli 2021, termasuk di Tangerang Selatan (Tangsel).

Pemerintah Kota Tangsel menyiapkan segala sesuatunya agar siswa bisa belajar di kelas dengan nyaman.

Terlebih, yang menjadi perhitungan utama adalah terkait penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. 

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, pihaknya akan berusaha merampungkan vaksinasi Covid-19 bagi guru sebelum sekolah tatap muka dimulai.

Baca juga: Penemuan Mayat Bayi Gegerkan Warga Bintara, Ceceran Darah Ungkap Hubungan Terlarang Kakak dan Adik

Saat ini, dari 14.214 guru yang ada di Tangsel, baru 70% yang sudah suntik vaksin. 

Benyaminpun mengimbau kepada para guru yang belum divaksin agar proaktif datang ke Puskesmas.

"Ya kita dorong mereka (guru) untuk mereka mendatangi Puskesmas dan kita dorong mereka untuk melakukan vaksinasi di Puskesmas setiap hari."

Baca juga: Wali Kota Tangsel Bikin Aturan Sendiri Soal Belajar Tatap Muka, Ancam Tutup Sekolah Jika Ini Terjadi

"Silakan kapan saja dia punya waktu. Kemudian juga nanti kita lakukan vaksinasi di beberapa spot tertentu untuk vaksinasi," papar Benyamin saat dikonfirmasi Kamis (10/6/2021).

Sementara, untuk sekolah, Pemkot Tangsel terus melakukan persiapan, terutama dalam hal sarana prasarana protokol kesehatan. 

Baca juga: Demo Tuntut Pembebasan Rizieq di Balai Kota Bogor Rusuh, Kuasa Hukum: Harus Tetap Perhatikan Prokes

Benyamin juga memastikan, pihaknya akan mengikuti aturan pemerintah dalam hal waktu sekolah tatap muka yakni hanya dua jam dalam sehari, dan hanya dua hari dalam seminggu.

Bahkan Benyamin mengurangi jumlah siswa dari yang sebelumnya 50% kapasitas kelas menjadi 25% kapasitas kelas. 

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved