Breaking News:

Polrestro Jakarta Timur Amankan 21 Orang Diduga Terkait Aksi Premanisme

Sebanyak 21 orang yang diduga melakukan aksi premanisme diamankan jajaran Polrestro Jakarta Timur, Jumat (11/6/2021).

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Konpers terkait puluhan orang yang diamankan dan diduga melakukan aksi premanisme di seputaran Jakarta Timur di Mapolrestro Jakarta Timur, Jumat (11/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM,  JATINEGARA - Sebanyak 21 orang yang diduga melakukan aksi premanisme diamankan jajaran Polrestro Jakarta Timur, Jumat (11/6/2021).

Sesuai perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, jajaran Polrestro Jakarta Timur melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan puluhan orang yang diduga melakukan aksi premanisme.

"Maka pada hari ini kita mengamankan sejumlah 21 orang yang diduga melakukan kegiatan aksi premanisme dibeberapa titik."

"Di antaranya, Duren Sawit, Pulogadung, Makasar, Matraman, Jatinegara, dan beberapa tempat di wilayah Cakung," kata Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan di Mapolrestro Jakarta Timur.

Konpers terkait puluhan orang yang diamankan dan diduga melakukan aksi premanisme di seputaran Jakarta Timur di Mapolrestro Jakarta Timur, Jumat (11/6/2021)
Konpers terkait puluhan orang yang diamankan dan diduga melakukan aksi premanisme di seputaran Jakarta Timur di Mapolrestro Jakarta Timur, Jumat (11/6/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Adapun mereka yang diamankan diketahui beroperasi di jalan, pertokoan hingga di pusat perbelanjaan.

Selain itu, dari puluhan yang diamankan lima di antaranya masih di bawah umur dan berusia 16 tahun.

Baca juga: Imbas Korupsi di KONI Tangsel, Pemkot Akan Evaluasi dan Perketat Pemberian Dana Hibah

Baca juga: Puluhan Warga Kena Covid-19, RT 07 RW 05 Utan Kayu Selatan Tidak Terapkan Mikro Lockdown

Baca juga: Pedagang Daging Tolak Sembako Dikenakan PPN, Minta Pemerintah Fokus Turunkan Harga

"Kemudian terhadap ke 21 orang ini nanti akan dilakukan pemeriksaan secara intensif, apabila ditemukan dugaan pidana berikut dengan adanya pelaporan dari korban, maka kita akan proses pidana."

"Bila tidak nanti kita akan lihat dari sisi preventifnya yaitu kita akan menghimbau dan melakukan sosialisasi dan edukasi agar kejadian atau kegiatan mereka tidak di ulangi kembali," tandasnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved