Breaking News:

Kagum Keberanian Cut Nyak Dhien, Anies Baswedan Kunjungi Makam Pahlawan Asal Aceh di Sumedang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Makam Pahlawan Cut Nyak Dhien di Kampung Gunung Puyuh,Sumedang Selatan, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021).

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Foto dari akun Instagram resmi @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi makam pahlawan, Tjoet Nja' Dhien, di Kampung Gunung Puyuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Makam Pahlawan Cut Nyak Dhien di Kampung Gunung Puyuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021).

Dalam akun Instagram resminya @aniesbaswedan, mengatakan kagum dengan sosok pahlawan wanita asal Indonesia tersebut.

"Sesudah beberapa waktu lalu menonton Tjoet Nja' Dhien bersama keluarga dan begitu tahu ada agenda kerja sama di Sumedang, langsung berniat sekaligus menyempatkan ziarah ke makamnya," kata Anies, dalam keterangan foto di akun Instagramnya, hari ini.

Anies pun menuliskan sepenggal sajak dari Cut Nyak Dhien.

"Karena djihadmu perdjuangan,
Atjeh beroleh kemenangan,
Dari Belanda kembali ke tangan,
Rakjat sendiri kegirangan"

"Itulah sebab sebagai kenangan,
Kami teringat terangan-angan,
Akan budiman pahlawan djundjungan,
Pahlawan wanita berdjiwa kajangan," tulis Anies, mengutip sajak dari Tjoet Nja' Dhien, yang terukir di Makam Cut Nyak Dien di Sumedang.

Anies mengatakan, pahlawan asal Tanah Rencong itu sangat dihormati warga Sumedang.

Sumedang, kata Anies, merupakan daerah tempat Cut Nyak Dien diasingkan setelah ditangkap tentara Belanda.

"Di film Tjoet Nja’ Dhien kita mengagumi cerita perjuangannya di Aceh. Hingga akhirnya pada 1906, Cut Nyak Dien ditangkap Belanda, diasingkan ke Sumedang karena takut akan terus mengobarkan semangat perlawanan rakyat Aceh," jelas Anies.

Baca juga: Ada Teh Diantara Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, Ferdinand Hutahaean: Mereka Kirim Pesan ke Puan

"Walau diasingkan ke Sumedang, semangatnya untuk terus berjuang tidak padam, Cut Nyak Dien berjuang lewat jalan dakwah," sambungnya.

Cut Nyak Dien, kata Anies, menghabiskan dua tahun terakhir hidupnya di pengasingan dengan mengajar penduduk sekitar mengaji Alquran dan bahasa Arab.

Penduduk Sumedang, lanjutnya, lebih mengenal Cut Nyak Dien dengan panggilan penghormatan 'Ibu Prabu' atau kadang disebut juga ibu suci.

Baca juga: Komunitas Sepeda Menolak JLNT Jalur Road Bike, Anak Buah Anies: Sabar, Ini Masih Uji Coba

"Hingga wafatnya pada 6 November 1908, penduduk Sumedang tidak tahu kalau ia seorang pejuang," jelas Anies.

"Makam Cut Nyak Dien baru ditemukan kembali pada 1959 berkat pencarian Gubernur Aceh, Ali Hasmy, berdasarkan data yang ditemukan di Belanda," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved