Barang yang Dicuri dari Unit Apartemen Mewah di Setiabudi Dijual Murah, Korban Rugi Rp 250 Juta

Pemilik unit apartemen mewah di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, merugi ratusan juta Rupiah seusai barangnya dirampok

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Dua tersangka (berbaju tahanan) kasus pencurian di sebuah unit apartemen mewah di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan yang dihadirkan dalam konferensi pers di Polsek Metro Setiabudi, Senin (14/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Pemilik unit apartemen mewah di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, merugi ratusan juta Rupiah seusai barang-barang berharganya dirampok.

Pelaku yang berprofesi sebagai tukang bangunan berinisial BY (26) dan FQ (30) menguras seluruh barang berharga di unit apartemen tersebut.

"Kerugian dari korban total hampir sampai Rp 250 juta," kata Kapolsek Metro Setiabudi Kompol Rinaldo Aser saat merilis kasus ini, Senin (14/6/2021).

Sejumlah barang yang dicuri pelaku antara lain televisi, kulkas, AC, lemari, sofa, lampu hias, kasur, dan mesin cuci.

"Beberapa sudah dijual oleh pelaku lewat aplikasi jual beli online. Dijual murah oleh pelaku," ujar Rinaldo.

Kedua pelaku, jelas Rinaldo, berpura-pura sebagai pemilik unit ketika bolak-balik mengangkut barang-barang berharga di apartemen korban.

"Pelaku ini pura-pura mengaku kepada sekuriti sebagai pemilik unit apartemen. Oleh karena itu mereka leluasa keluar masuk apartemen membawa barang-barang curiannya," ucap dia.

Dua tukang bangunan tersebut tidak sekaligus membawa barang-barang curian mereka, melainkan secara bertahap selama 10 kali.

"Jadi mereka tidak sekaligus mencuri tapi ambil kecil-kecil dulu. Begitu tidak ketahuan, terus berlanjut sampai satu unit itu kosong," ujar Rinaldo.

Ia mengungkapkan, kedua pelaku bekerja sebagai tukang bangunan yang sedang merenovasi salah satu unit di apartemen tersebut. 

"Melihat unit apartemen di sebelahnya dalam kondisi kosong, mereka ini melakukan pencurian masuk ke unit apartemen tersebut, kemudian secara bertahap melakukan pencurian," kata dia.

Lantaran bekerja sebagai tukang bangunan, kedua pelaku memiliki akses di apartemen mewah itu.

BY dan FQ melakukan aksinya selama tiga bulan sejak Maret hingga Mei 2021.

"Karena mereka ini bekerja sebagai tukang renovasi di salah satu unit, akses ini lah yang mereka gunakan untuk keluar masuk apartemen tersebut," tutur Rinaldo.

Kedua pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di Rutan Polsek Metro Setiabudi.

Mereka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved